KETIK, BONDOWOSO – Aktivitas vulkanik Gunung Ijen kembali terekam dalam laporan harian petugas. Meski statusnya masih Level I (Normal), satu kejadian longsoran di dinding kawah menjadi perhatian serius otoritas setempat.
Dalam periode pengamatan 23 Februari 2026 selama 24 jam, tercatat longsoran dengan amplitudo 46 mm dan durasi 35 detik. Petugas Pos Pengamatan Gunung Ijen, Rudra Wibowo, A.Md., menyebut peristiwa itu sebagai dinamika alami yang tetap harus diwaspadai.
“Longsor ini memang singkat, tetapi menunjukkan bahwa tebing kawah masih aktif. Kami mengingatkan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati area berbahaya,” ujarnya.
Secara visual, asap putih tipis tampak keluar dari kawah dengan ketinggian antara 50 hingga 100 meter. Gunung terlihat jelas meskipun sesekali tertutup kabut. Suhu udara di kawasan Ijen berkisar 14–17 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban tinggi mencapai 91–100 persen.
Aktivitas kegempaan juga terpantau dalam batas normal, meliputi satu gempa hembusan, dua gempa vulkanik dangkal, serta dua gempa tektonik jauh. Tremor menerus tercatat dengan amplitudo rendah dan dominan 1 mm.
“Status masih normal, namun masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi keselamatan karena karakter gunung api bisa berubah sewaktu-waktu,” tegas Rudra.
Sebagai langkah pencegahan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui edaran tertanggal 19 Februari 2026 menutup sementara aktivitas wisata di kawasan Ijen hingga Kamis, 26 Februari 2026.
Kebijakan yang di ambil ini bertujuan menghindari risiko longsor susulan serta potensi paparan gas beracun di sekitar kawah.
Pengunjung juga diingatkan tentang kemungkinan adanya aliran gas CO₂ di sepanjang Sungai Banyupait–Banyuputih yang dapat membahayakan keselamatan.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut dan meminta masyarakat mematuhinya, Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin ada korban akibat kelalaian. Penutupan ini demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri untuk masuk ke kawasan kawah sebelum dinyatakan aman,” tegasnya pada selasa, 24 Februari 2026.
Bupati Hamid juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan PVMBG.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Pemerintah daerah terus memantau dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar situasi tetap terkendali,” pungkasnya.
Dengan status yang masih normal, Namun Tetap dinamis, kewaspaan dan kepatuhan terhadap himbauan resmi menjadi kunci dalam menjaga keselamatan di kawasan ijen.(*)
