KETIK, BREBES – Longsor yang terjadi di Brebes telah menyebabkan 143 rumah terdampak, dengan 10 rumah mengalami kerusakan berat dan 124 lainnya terancam. Dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan juga terkena dampak serta Akses jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter ikut ambles akibat pergerakan tanah.
Perkembangan terakhir menunjukkan tanah masih bergerak, dipicu tingginya curah hujan di kawasan perbukitan Sirampog. Arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang dinilai masih tinggi.
Gubernur Jawa Tengah,.Ahmad Lutfi dalam kunjunganya meminta warga untuk tidak kembali ke rumah masing-masing demi menghindari risiko yang lebih besar. Langkah paling realistis saat ini menurut Gubernur adalah mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Dia juga menginstruksikan percepat pembangunan hunian sementara (huntara).
“Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindah orang dan barang,” kata Lutfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan langkah teknis penanganan.
Pada kesempatan tersebut, bantuan senilai total Rp175,97 juta juga disalurkan. Bantuan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp18,24 juta, Dinas Sosial Jateng Rp90,77 juta, Dinas Ketahanan Pangan Rp18 juta, Dinas Kesehatan Rp11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp27 juta, serta PMI Rp10,19 juta.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai kehadiran langsung Gubernur bersama jajaran OPD menjadi bukti komitmen penanganan yang serius dan terkoordinasi.
Sementara itu, pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah didirikan dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan kebutuhan logistik warga tetap terpenuhi.
Diketahui, bencana tanah gerak ini terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat bergerak ke arah aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog. (*)
