KETIK, SURABAYA – Banjir yang terjadi di kawasan Osowilangun, Surabaya sudah surut. Kabar ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Surabaya, Linda Novianti, Senin 16 Februari 2026.
"Sekarang sudah surut. Tadi pukul 12.00 WIB surutnya. Sudah kami pantau dengan teman-teman di lokasi," katanya kepada Ketik.com.
Banjir yang terjadi di Osowilangun itu katanya bukan merupakan fenomena banjir rob atau naiknya permukaan air laut ke darat. Linda mengungkapkan, banjir itu tidak menunjukkan tanda-tanda alami dari banjir rob.
"Kami coba cek ya dengan data-data di BMKG Perak, apakah ada indikasi rob. Ternyata sebetulnya enggak juga," jelasnya.
Selain melakukan komunikasi dengan BMKG, Linda juga mengatakan, jika beberapa pintu air sudah dilakukan pengecekan dan katanya tidak menunjukkan banjir rob. "Dugaan kami ini kiriman dari Gresik," singkatnya.
Sementara itu, berdasarkan penjelasan singkat Linda. Fenomena banjir rob itu diawali pada saat bulan purnama. Menurutnya, saat ini tidak tampak adanya bulan purnama.
"Biasanya kalau bulan purnama kami sudah mulai waspada. Tapi ini belum waktunya," sambungnya.
Banjir di kawasan Osowilangun, dikabarkan sejak Senin 16 Februari 2026 dini hari. Tinggi air di sana sekitar 30-40 cm. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDA BM) sudah menyedot air dari jalan, membuang ke laut.
Akibat kejadian ini aktivitas warga yang hendak bekerja dari Gresik ke Surabaya dan sebaliknya menjadi terganggu. Bahkan macet sempat terjadi karena banjir. (*)
