KETIK, SITUBONDO – Warga Kampung Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur digemparkan dengan ledakan diduga petasan pada Rabu, 18 Februari 2026.
Insiden tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan enam luka-luka serta tujuh rumah rusak.
Ledakan tersebut terjadi di kediaman milik Kulsum, warga RT 002 RW 003 Kampung Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.
Ronik Suharto, Kepala Desa Sumberanyar melalui sambungan selulernya membenarkan adanya ledakan diduga petasan di Kampung Mimbo.
Korban meninggal adalah Supriyadi (50). Saat kejadian ia tengah bekerja merenovasi rumah.
Supriyadi meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertimpa reruntuhan tembok yang ambruk akibat ledakan diduga petasan.
Adapun yang mengalami luka-luka serius dalam insiden tersebut, diantaranya Kulsum (60) mengalami patah tulang pada kaki kanan, Samsul (22) mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Sedangkan Riko (25), Abdur (15), Fais (20), dan Fino (15) mengalami luka bakar serius.
“Sesaat setelah kejadian, para korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapat pertolongan pertama. Namun, karena kondisi luka yang cukup parah, maka lima korban luka dirujuk ke RSUD Asembagus, sementara satu korban lainnya dirujuk ke RSAR Situbondo," jelas Ronik.
Untuk mengetahui penyebab ledakan tersebut, Tim penjinak bom Gegana Brimob Batalyon B Bondowoso turun ke lokasi kejadian.
Tim penjinak bom Gegana Brimob Batalyon B Bondowoso menemukan sejumlah barang bukti bahan petasan. Sedangkan, Polres Situbondo sudah mengamankan sejumlah petasan berdiameter 3-4 cm dengan panjang 15 cm.
"Keterlibatan tim Jihandak Gegana Brimob Bondowoso tersebut dilakukan karena ledakan tersebut cukup besar. Dan Polres Situbondo tidak memiliki kemampuan untuk menjinakkan bom beserta peralatannya," jelas Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie ketika berada di TKP. (*)
