KETIK, MOJOKERTO – Seorang lansia di Kabupaten Mojokerto menjadi korban penipuan dengan modus gendam yang mengatasnamakan bantuan dari pemerintah.
Korban diketahui bernama Piatun (79), warga Dusun Bulakkunci, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis 15 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan puluhan gram perhiasan emas setelah dibawa kabur pelaku yang merupakan seorang perempuan mengenakan sepeda motor.
Peristiwa itu terjadi saat korban didatangi seorang wanita yang mengaku akan memberikan bantuan dari pemerintah. Pelaku kemudian memanfaatkan kondisi korban yang sudah lanjut usia untuk melancarkan aksinya.
Keponakan korban, Yatmi (48), menceritakan bahwa korban saat itu berada dirumah sendirian. Hal itu dimanfaatkan pelaku yang awalnya meyakinkan korban dengan dalih pendataan penerima bantuan.
"Katanya ditawarin mau ada bantuan, terus mau difoto kalau mau dapat bantuan tidak boleh menggunakan perhiasan," ungkapnya, Senin pagi 19 Januari 2026.
Setelah korban percaya, pelaku meminta agar seluruh perhiasan yang dikenakan dilepas. Saat perhiasan sudah dilepaskan, pelaku kembali mengelabui korban dengan alasan meminta minuman.
"Akhirnya harus dilepas, setelah perhiasan dilepas orangnya itu minta bikinkan minum buat temannya," jelasnya.
Namun, setelah korban lengah membuatkan minuman ke dalam rumah, pelaku justru melarikan diri sambil membawa seluruh perhiasan milik korban.
"Orangnya (pelaku) bilang nunggu temennya. langsung perhiasannya itu dibawa kabur," tambah Yatmi.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan cincin, gelang, dan kalung emas dengan total berat sekitar 13 gram. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp9 juta.
"Cincing. gelang sama kalung total beratnya 13 gram, sekitar Rp9 juta lebih," pungkasnya.(*)
