Waka BGN Sony Sonjaya: Program Makan Bergizi Gratis Serap 166 Ribu Tenaga Kerja di Jawa Timur

9 April 2026 14:19 9 Apr 2026 14:19

Aziz Mahrizal, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Waka BGN Sony Sonjaya: Program Makan Bergizi Gratis Serap 166 Ribu Tenaga Kerja di Jawa Timur

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Pol) Sony Sonjaya, menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur di Kota Malang, Kamis, 9 April 2026. (Foto: Naufal/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Pol) Sony Sonjaya, menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur di Kota Malang, Kamis, 9 April 2026.

Dalam pidatonya, Irjen Sony menekankan pentingnya peran GAPEMBI sebagai mitra BGN dalam mengoptimalkan pelaksanaan program gizi nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Irjen Sony mengawali pidatonya dengan mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus GAPEMBI Jatim.

"Mudah-mudahan dengan dilantiknya para pengurus ini semakin mendukung optimalisasi pelaksanaan program Asta Cita Pemerintahan Bapak Prabowo Subianto," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Sony juga mengingatkan para pengurus GAPEMBI, yang merupakan mitra pelaksana program MBG, mengenai tujuan utama program ini.

"Tujuan dari program ini dalam memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan," tegasnya. 

Ia menjelaskan bahwa kelompok rentan yang menjadi sasaran utama adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kemudian peserta didik.

Selain itu, Waka BGN menyoroti perubahan pola pikir masyarakat Indonesia berkat program MBG.

"Sekarang mindset bangsa Indonesia harus melihat yang dimakan apa. Yang pertama karbohidrat. Ada karbohidratnya enggak? Ada. Ada proteinnya enggak? Ada seratnya enggak? Ada vitaminnya enggak? Ini sudah menjadi mindset bangsa Indonesia sejak adanya program makan bergizi gratis," ujarnya. 

Ia membandingkan dengan masa lalu di mana masyarakat cenderung tidak terlalu memperhatikan kandungan gizi makanan.

Selain itu, Irjen Sony Sonjaya juga menyoroti dampak positif program MBG terhadap kebersihan dan sanitasi.

"Perubahan mindset yang kedua, semakin aware terhadap hygiene dan sanitasi. SLHS sekarang sudah merata," katanya, merujuk pada Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. 

Ia menegaskan bahwa tanpa SLHS, Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) atau dapur MBG tidak memenuhi syarat dari segi kesehatan dan kebersihan.

Program MBG juga terbukti memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan. Di Jawa Timur saja, dari 3.831 SPPG yang terverifikasi, 3.560 telah beroperasi dan 271 dalam persiapan. 

"Ini telah menyerap 166.289 saudara-saudara kita yang umumnya berada pada tingkat kemiskinan ekstrem," ungkap Irjen Sony Sonjaya.

Ia menambahkan bahwa setiap SPPG setidaknya menyerap 10 tenaga kerja, belum termasuk penambahan tenaga kerja pada supplier.

Irjen Sony Sonjaya juga mengungkapkan bahwa program MBG merupakan bagian dari rencana strategis untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.

"Indonesia Emas 2045 tentu harus diisi oleh orang-orang Indonesia yang kualitasnya adalah kualitas emas," jelasnya.

Terakhir, Irjen Sony Sonjaya berpesan kepada pengurus GAPEMBI untuk terus menggaungkan di media sosial terkait program MBG. Ia mendorong SPPG untuk secara rutin menginformasikan menu, kandungan gizi, dan harga makanan yang disajikan. 

"Dengan demikian masyarakat bisa memantau, bisa langsung me-review dan bisa langsung memberikan masukan apabila ternyata tidak sesuai antara yang dilaporkan dengan yang didistribusikan," pungkasnya. 

Ia juga menyebutkan peluncuran aplikasi pengawasan masyarakat "Jaga Dapur MBG" yang dibangun oleh Kejaksaan Agung, memungkinkan penerima manfaat melaporkan makanan basi secara langsung.(*)

Tombol Google News

Tags:

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen (Pol) Sony Sonjaya Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia gapembi jatim GAPEMBI DPW GAPEMBI Jatim Makanan Bergizi Gratis MBG BGN