KETIK, BANDUNG – Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan, terus mencari korban terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Hingga pencarian hari ketiga, Senin 26 Januari 2026 pukul 18.30 WIB, Tim SAR Gabungan kembali menemukan 9 bodypack atau jasad korban.
"Sehingga total jumlah bodypack atau jasad korban selama 3 hari pencarian mencapai 38 pack, dengan korban dalam pencarian kurang lebih 42 jiwa," sebut Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana saat konferensi pers di lokasi bencana Senin (26/1/26).
Ade menambahkan, hasil penemuan bodypack per 17.12 WIB yakni 9 bodypack. Data tersebut mengalami penambahan penemuan bodypack sebanyak 4 bodypack, sehingga jumlah total penemuan hari ini yakni 13 bodypack.
Sementara itu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan 23 personel Marinir turut menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua KBB.
"Ada 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah ditemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan," kata Ali saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin seperti dikutip dari ANTARA Senin (26/1/26).
Ke-23 anggota Marinir TNI AL ini diduga ikut terbawa longsor dan tertimbun tanah dan lumpur saat mereka tengah melakukan latihan. Dari 23 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang ini, baru 4 personel ditemukan jasadnya sedangkan yang lainnya masih dicari.
KSAL menambahkan, para prajurit Marinir rencananya akan ditugaskan untuk pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Saat seedang berlatih di lokasi, hujan turun dengan deras selama dua hari.
Diduga karena diguyur hujan dua hari itulah mengakibatkan terjadinya longsor, sehingga longsoran lereng Gunung Burangrang itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit Marinir TNI AL juga sedang berlatih di sani.
Dalam upaya mencari korban, kini jajaran TNI AL juga koordinasi dengan TNI AD khususnya Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar, terus mencari prajurit lainnya yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua dengan mengerahkan alat berat dan drone untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Dari Pemda Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman juga ikut prihatin dengan bencana alam yang menimpa warga dan personel Marinir TNI AL.
Khusus penanganan korban dari unsur TNI, kata Sekda, sepenuhnya dikoordinasikan dengan institusi militer, di antaranya dengan pihak Kodam III Siliweangi dan Mabes TNI.
Pihak Kodam III/Siliwangi juga bersama Tim SAR gabungan hingga kini masih melanjutkan upaya pencarian korban longsor, baik dari kalangan sipil maupun prajurit TNI, dengan pola kerja dan komando yang berbeda sesuai kewenangan masing-masing institusi.(*)
