Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Bertambah Jadi 9 Warga, Polda Jabar Berhasil Identifikasi 6 Jasad

25 Januari 2026 00:31 25 Jan 2026 00:31

Thumbnail Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Bertambah Jadi 9 Warga, Polda Jabar Berhasil Identifikasi 6 Jasad

Tim SAR Gabungan berhasil temukan agi 1 korban tewas lingsor Cisarua KBB, Sabtu (24/1/26). (Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Hingga pukul 19.00 WIB Sabtu 24 Januari 2026, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dan evakuasi terhadap korban terdampak longsor di Pasirkuning RT 05/11, Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tim mengevakuasi 1 korban selamat, 4 korban meninggal dunia dan 2 body part yang masih dalam proses identifikasi. 

SAR Mission Coordinator Operasi SAR Bencana Tanah Longsor di Cisarua, Ade Dian mengatakan, sejak pukul 11.10 WIB Sabtu (24/1), Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 1 korban selamat atas nama Lili dan dievakuasi ke Puskesmas Pasirlangu. Tim selanjutnya melaksanakan evakuasi terhadap korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia. 

"Hingga saat ini jumlah data korban sementara 23 orang selamat, 9 orang meninggal dunia," sebu Ade Dian di lokasi bencana.

Penemuan korban berlanjut pada pukul 15.54 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan 3 korban perempuan di antaranya 2 korban perempuan ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama, sedangkan 1 korban lainnya berjenis kelamin perempuan di titik koordinat yang berbeda. 

Selanjutnya penemuan terakhir pada hari ini ditemukan pukul 18.23 WIB berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Pukul 19.00 WIB dilaksanakan debriefing dan evaluasi harian. 

Hingga saat ini jumlah data korban sementara 23 orang selamat, 9 orang meninggal dunia (5 korban sudah diserah terimakan kepada keluarga korban dan 4 orang korban masih di Posko DVI). Selain itu korban dalam pencarian ±80 orang, masih bersifat sementara dan bisa berubah, serta 2 body part yang masih dalam proses identifikasi. 

Cuaca di lokasi kejadian saat pelaksanaan pencarian dilaporkan hujan deras sehingga menghambat proses pencarian. Lebih dari itu akses ke search area juga dinilai sulit sehingga membatas mobilisasi tim di lapangan. Selanjutnya pencarian akan dilanjutkan esok hari.

Polda Jabar Berhasil Identifikasi 6 Jasad Korban

Sementara itu, Polda Jabar melalui tim kesehatan bergerak cepat dalam penanganan korban bencana, dengan mendirikan Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Desa Pasirlangu.

Pos tersebut terdiri dari Pos Ante Mortem dan Pos Post Mortem guna mempercepat proses identifikasi korban secara profesional dan terkoordinasi.

Selain Pos DVI, Polda Jabar juga mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan untuk membantu para pengungsi yang terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan medis darurat serta pemulihan kesehatan pascakejadian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, hingga saat ini dari total 10 kantong jenazah yang diterima, sebanyak 6 kantong telah berhasil diidentifikasi.

"Keenam kantong jenazah yang teridentifikasi terdiri dari lima jenazah utuh dan satu bagian tubuh. Sementara empat kantong lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” jelas Kombes Pol Hendra, Sabtu (24/1/26).

Adapun identitas korban yang telah berhasil diidentifikasi antara lain:

1. Suryana, laki-laki, 57 tahun, masyarakat;
2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun, masyarakat;
3. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun, masyarakat;
4. Nining, perempuan, 40 tahun, masyarakat;
5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun, masyarakat;
6. M. Kori, laki-laki, 30 tahun, berupa potongan tubuh (bagian tangan).

“Sementara itu, masih dalam proses identifikasi sebanyak 3 jenazah utuh dan 1 bagian tubuh,” ungkap Hendra.

Menurutnya, seluruh proses identifikasi dilakukan dengan mengedepankan standar prosedur operasional yang ketat, melibatkan tenaga medis, forensik dan dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan data korban.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, baik kepada korban maupun keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan manusiawi,” ujar Hendra.

Ia juga menegaskan kehadiran pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana,” pungkas Hendra.(*)

Tombol Google News

Tags:

longsor cisarua longsor kbb longsor bandung barat Tim SAR Tim SAR Gabungan SAR Bandung polda jabar korban longsor cisarua