Pencarian Bocah Hanyut di Kota Malang Masuki Hari Kedua, Tim SAR Fokus pada Titik Lubuk Berbahaya

2 Maret 2026 12:56 2 Mar 2026 12:56

Thumbnail Pencarian Bocah Hanyut di Kota Malang Masuki Hari Kedua, Tim SAR Fokus pada Titik Lubuk Berbahaya

Tim SAR Gabungan memakai peralatan tubing saat melakukan pencarian korban Rizky Al Faroq yang hanyut terbawa arus Sungai Kasin Kota Malang pada hari kedua pencarian, Senin, 2 Maret 2026. (Foto: Tim Sar)

KETIK, MALANG – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap bocah laki-laki bernama Rizky Al Faroq (6) yang hanyut terbawa arus Sungai Kasin Kecamatan Klojen Kota Malang. Memasuki hari kedua operasi pada Senin, 2 Maret 2026 ini, area pencarian diperluas hingga wilayah Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun.

Komandan Tim Operasi Pencarian, Miftakul Karim mengatakan, sebanyak 27 personel yang terbagi dalam 3 Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan melakukan pencarian korban. 

"Di hari pertama pada Minggu, 1 Maret 2026 lalu, pencarian dipusatkan di sekitar lokasi kejadian (lokasi korban terpeleset dan hanyut ke sungai) dan hasilnya nihil. Lalu di hari kedua pencarian, kami bagi personel menjadi tiga SRU," ujarnya kepada Ketik.com.

Dirinya menjelaskan, untuk SRU pertama menyisir di lokasi kejadian dan SRU kedua melakukan penyisiran sungai dari lokasi kejadian hingga Jembatan Janti. Kemudian SRU ketiga melakukan pemantauan di titik-titik check point seperti di jembatan sekitar Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen, jembatan sekitar wilayah Janti dan jembatan di sekitar wilayah Kebonsari. 

"Penyisiran darat tidak ada, karena sudah dilakukan lewat SRU ketiga yang memantau di titik-titik check point jembatan maupun dam," tambahnya. 

Dirinya menerangkan, bahwa penyisiran dilakukan secara maksimal memakai peralatan tubing seperti pelampung dan ban. Hal ini dilakukan karena kondisi arus sungai yang deras dan konturnya sempit. 

"Karena sungai ini banyak lubuknya, maka berbahaya dan berisiko apabila memakai perahu karet. Sehingga, kami maksimalkan dengan menggunakan peralatan tubing," jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Miftahul juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, sebenarnya warga sudah berupaya memberikan pertolongan. Yaitu dengan melemparkan tali ke arah korban yang sedang hanyut tersebut.

"Menurut saksi, sempat melihat bahwa korban ini timbul tenggelam sebanyak tiga kali. Kemudian, warga berupaya menolong dengan melemparkan tali tetapi korban tidak bisa menjangkau dan akhirnya hanyut," tandasnya. 

Diberitakan ketik.com sebelumnya, Nasib malang menimpa Rizky Al Faroq (6). Bocah laki-laki tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Kasin yang menjadi pembatas antara Kecamatan Klojen dan Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Minggu, 1 Maret 2026. Peristiwa ini bermula saat korban, yang merupakan warga Jalan Brigjen Katamso Gang 7 B, RT 11 RW 7, terlihat bermain sendirian di pinggir sungai sekitar pukul 12.00 WIB

 

Tombol Google News

Tags:

Sungai Kasin Kota Malang Tim SAR Gabungan Tubing