KETIK, KEDIRI – Tahun 2025 tercatat sebagai puncak prestasi olahraga Kota Kediri dalam 10 tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan capaian luar biasa pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 di Malang Raya yang mengoleksi 175 medali dan menempati peringkat keempat klasemen akhir.
Berdasarkan data historis, grafik prestasi olahraga Kota Kediri menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak 2015. Pada Porprov Jatim V 2015 di Banyuwangi, Kota Kediri meraih 114 medali (32 emas, 37 perak, 45 perunggu). Capaian meningkat signifikan pada Porprov Jatim VI 2019 di Bojonegoro dengan 153 medali (60 emas, 44 perak, 49 perunggu).
Selanjutnya, pada Porprov Jatim VII 2022 di Jember, Kota Kediri meraih 137 medali (57 emas, 27 perak, 53 perunggu), disusul Porprov Jatim VIII 2023 di Sidoarjo dengan 149 medali (56 emas, 37 perak, 56 perunggu). Puncaknya terjadi pada Porprov Jatim IX 2025 di Malang Raya dengan 175 medali, terdiri dari 69 emas, 53 perak, dan 53 perunggu—menjadi perolehan tertinggi sepanjang satu dekade terakhir.
Ketua Umum KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.
"Kami terus berbenah dan berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga Kota Kediri. Tahun 2025 adalah bukti bahwa kerja keras, perencanaan, dan evaluasi berjalan efektif," ujar Koko, Kamis, 1 Januari 2026.
Koko menambahkan, tantangan ke depan akan semakin berat seiring ditetapkannya Kota Surabaya sebagai tuan rumah Porprov Jatim X 2027. Selama gelaran Porprov sejak 2007 hingga 2025, Surabaya konsisten menjadi juara umum.
"Tantangan ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan perolehan medali," imbuhnya.
Ia juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri serta seluruh elemen masyarakat untuk membawa prestasi olahraga Kota Kediri melangkah lebih jauh, tidak hanya di level regional, tetapi juga nasional hingga internasional.
Di sisi lain, Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini akan menjadi fondasi kuat dalam mendukung program Sport Tourism yang digagas oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
"Selain prestasi sebagai kewajiban utama, pada 2026 kami akan menyusun program kerja Sport Tourism melalui event kejuaraan tingkat regional dan nasional," terang Rino.
Menurutnya, olahraga tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga sarana promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.
Rino membeberkan soal capaian strategis KONI Kota Kediri Tahun 2025. Berikut rangkuman capaian penting KONI Kota Kediri sepanjang tahun 2025:
- Peringkat ke-4 Porprov Jatim IX 2025 di Malang Raya.
- Pelunasan bonus atlet dan pelatih Porprov Jatim IX 2025 senilai total Rp6,433 miliar.
- Kenaikan signifikan bonus atlet:
- Emas: Rp30 juta (2023: Rp20 juta)
- Perak: Rp20 juta (2023: Rp7 juta)
- Perunggu: Rp10 juta (2023: Rp3 juta)
- Peningkatan uang transport atlet Puslatkot menjadi Rp1.080.000/bulan (dari Rp800.000).
- Peningkatan uang transport pelatih Puslatkot menjadi Rp1.320.000/bulan (dari Rp1.000.000).
- Transformasi sistem pembayaran dari tunai menjadi transfer langsung ke rekening atlet dan pelatih.
- Program Puslatkot 14 bulan (2024–2025) untuk persiapan Porprov Jatim IX 2025.
- Dinobatkan KONI Jatim sebagai kontingen paling efektif dan efisien, dengan 288 atlet menghasilkan 175 medali.
- Penghargaan Jawa Pos Radar Kediri Award 2025 sebagai Outstanding Institution Transformation in Social Impact for Sustainable Growth.
"Capaian ini menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tonggak emas olahraga Kota Kediri, sekaligus pijakan kuat untuk menatap Porprov Jatim X 2027 dengan target yang lebih tinggi dan strategi yang semakin matang," pungkasnya. (*)
