KETIK, MALANG – Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto, menilai kebijakan dari Wali Kota Malang yang mengimbau ASN menggunakan sepeda ke kantor memiliki tujuan yang baik. Namun, ia menilai, hal ini tidak mudah diterapkan dalam waktu singkat.
Menurutnya, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kebiasaan ASN yang selama ini bergantung pada kendaraan bermotor atau mobil untuk menunjang mobilitas dan efisiensi waktu kerja.
“Tujuannya baik, untuk penghematan BBM dan kesehatan. Tapi merubah kebiasaan yang sudah berjalan itu tidak mudah, jadi perlu waktu,” jelas Eko.
Selain faktor kebiasaan, ia juga menyoroti kesiapan fasilitas, termasuk kepemilikan sepeda di kalangan ASN. Menurutnya tidak semua ASN memiliki sepeda, apalagi dengan harga yang relatif mahal untuk jenis tertentu.
“Tidak semuanya ASN punya sepeda. Kalau harus diterapkan, harus beli sepeda, perlu biaya juga mahal. Sekarang saja sepeda juga tidak murah, ada yang sampai 15-20 juta,” ujarnya.
Eko menegaskan bahwa pihaknya tidak langsung menilai kebijakan tersebut berhasil atau tidak. DPRD akan melihat perkembangan implementasi di lapangan sebelum mengambil sikap lebih lanjut.
“Kita lihat dulu 2–3 minggu atau satu bulan ke depan. Nanti baru dievaluasi apakah membawa dampak positif atau masih perlu penyesuaian lagi,” pungkasnya.
