KETIK, JAKARTA – Berkat kinerja solid, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) berhasil mencetak laba bersih Rp1,54 triliun sepanjang 2025, atau tumbuh 20,65 persen year on year (yoy) dibandingkan sepanjang 2024. ”Bank Jatim sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 20,65 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim Winardi Legowo dalam Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 yang dilaksanakan di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Selain Winardi Legowo, analyst meeting tersebut tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto, dan Direktur Bisnis, Mikro Retail & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo.
Winardi Legowo, menjelaskan, menutup tahun 2025 di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Rinciannya, keseimbangan dalam pengelolaan Dana Pihak Ketiga dengan memperbesar rasio dana murah dan penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund Bank.
Tak hanya itu, Lanjut Winardi, Bank Jatim juga melakukan penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor prospektif dengan paralel memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer, disiplin dalam pengaturan untuk pos pendapatan dan beban melalui efisiensi dan peningkatan transaksi digital untuk meningkatkan pendapatan non bunga, serta agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite.
”Nah, untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia, kami kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama. Yaitu aspek tata Kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank,” jelas orang nomor satu di Bank Jatim itu.
Winardi mengatakan manajemen menerapkan beberapa hal yang didukung produktivitas tim yang solid, sukses mendongkrak nilai asset Bank Jatim per 2025 berada di angka Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70% (YoY). Komposisi asset berasal dari kontribusi asset produktif, antara lain peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp67,2 triliun atau meningkat sebesar 4,98% (YoY), pengelolaan bisnis treasury, hingga dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43% (YoY)
"Angka penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only) yang berhasil tumbuh konservatif sebesar 4,98% (YoY) atau Rp 67,24 triliun. Kredit konsumer Rp 36,54 triliun atau meningkat 6,20% (YoY) dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55% (YoY)," rinci alumnus S1 Ekonomi Manajemen, Universitas Diponegoro, Semarang itu.
Pada tahun 2025, lanjut Winardi, fokus manajemen menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan nasabah.
Hal ini terefleksikan pada kinerja dana pihak ketiga seperti giro Rp 21,4 triliun atau meningkat 12,5% (YoY). Kemudian dari sisi NoA, peningkatan jumlah nasabah 5,64% YoY atau total nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Jatim 10,915,749.
Menurut Winardi kinerja yang baik tersebut turut mendukung pencapaian kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai indikator utama. Saat ini total aset meningkat sebesar 42,93 persen (YoY), dari Rp118,142 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp168,855 triliun pada tahun 2025. Penyaluran pinjaman juga mengalami pertumbuhan yang kuat, naik 46,65 persen dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,503 triliun.
“Laba bersih Bank Jatim secara konsolidasi juga turut mencatatkan kenaikan sebesar 24,80 persen (YoY), dari Rp1,296 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1,617 triliun pada tahun 2025. Capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang solid serta efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," jelas pria yang pernah menjabat Regional CEO Bank Mandiri Regional X itu.
Winardi juga menerangkan, manajemen terus berupaya melakukan perbaikan kualitas asset melalui beberapa langkah. Yaitu melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 Triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6% atau equivalen Rp192 miliar dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Adapun total kredit yang direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp 4.17 triliun
Terobosan lainnya yang dilakukan, perseroan juga agresif melakukan incentive penagihan extracomtable untuk menstimulus peningkatan penerimaan dari kredit hapus buku, memberikan keringanan bunga dan denda untuk mendorong debitur melakukan pelunasan, hingga pelunasan sebagian agunan dan fleksibilitas dalam penyelesaian penebusan agunan untuk akselerasi penyelesaian kredit. ”Dan tentu saja kami rutin monitoring and controlling secara berkala (mingguan, 2 mingguan dan bulanan) kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh direksi,” kata Winardi.
Menurut Winardi terkait rencana Kelompok Usaha Bank dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah, di tahun 2025 Bank Jatim memfinalisasi seluruh tahapan dan secara resmi Bank Jatim telah menjadi induk atas 5 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas. ”Untuk di tahun 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler,” ucap Winardi.
Winardi juga menjelaskan terkait untuk JConnect, sepanjang tahun 2025 berhasil mencetak angka yang positif. Pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% (YoY). Sementara untuk total transaksinya berada di angka Rp 65,77 triliun, naik 29,55% (YoY). User JConnect IB Corporate berada di angka 11.199 atau naik 14,79% (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY).
"Untuk memaksimalkan layanan perbankan Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral. Total agen sebanyak 14,842 agen," pungkas pejabat yang memimpin Bank Jatim sejak Mei 2025 itu. (*)
