Ketika Lapas Lain Baru Bergerak! Kalapas Perempuan Malang Sudah Bagi Rapor Binaannya, Jalankan Instruksi Pusat

17 Januari 2026 17:25 17 Jan 2026 17:25

Thumbnail Ketika Lapas Lain Baru Bergerak! Kalapas Perempuan Malang Sudah Bagi Rapor Binaannya, Jalankan Instruksi Pusat

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Endang Margiati. (Foto: Lutfia Indah/ketik.com)

KETIK, MALANG – Ketika beberapa lapas baru menjalankan 15 instruksi yang disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Lapas Perempuan Kelas IIA Malang sudah mendahului. Banyak program telah dijalankan sebelum instruksi tersebut muncul. 

Dari 15 instruksi tersebut, Lapas Perempuan Malang telah menjalankan beberapa program. Mulai dari pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, kemandirian pangan melalui pertanian di lapas, pembangunan dapur sehat, pemasaran produk hasil karya, pemberantasan peredaran narkoba, pemberdayaan SDM, dan lainnya. 

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Endang Margiati, menjelaskan setiap warga binaan dapat memilih bidang-bidang yang diminati untuk pengembangan SDM. Mulai dari membatik, memasak, membuat kue, merajut dan menjahit, hingga kompetensi sebagai barista. 

Tak sekadar pembinaan, para warga binaan kini mulai meraup upah dari penjualan produk tas rajut hasil kolaborasi dengan Grand Mercure Malang Mirama. 

"Kita di Grand Mercure Malang bisa menitipkan hasil karya warga binaan. Ada etalasenya di sana," ujarnya, Sabtu, 17 Januari 2026. 

Fasilitas dan peralatan yang disediakan untuk warga binaan pun terbilang lengkap. Berbagai upaya tersebut dilakukan agar tercipta pola hidup yang produktif bagi setiap warga binaan. 

"Kita kasih mereka pembinaan supaya setelah keluar dari sini, mereka punya keterampilan. Mereka tidak lagi kembali ke sini tapi bisa memulai hidup baru yang lebih baik," katanya.

Foto Mini cafe yang dikelola langsung oleh barista warga binaan di Lapas Perempuan Malang. (Foto: Lutfia/ketik.com)Mini cafe yang dikelola langsung oleh barista warga binaan di Lapas Perempuan Malang. (Foto: Lutfia/ketik.com)

Tak hanya produk kerajinan, para warga binaan yang telah terlatih kini terampil mengelola mini cafe di dalam Lapas. Dengan cekatan, mereka melayani pesanan mulai dari rekan sesama penghuni, petugas, hingga tamu yang datang.

"Biasanya kalau ada tamu, kita bisa pesankan minuman ke mereka. Dari segi kemasan maupun rasa, mereka sangat niat," lanjutnya. 

Tak hanya itu, Lapas Perempuan Malang juga rutin menggelar pendidikan kesetaraan. Bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ki Hajar Dewantara untuk memberikan akses pendidikan meskipun di tengah masa pidana.

Program yang diberikan biasanya mencakup jenjang Paket A, B dan juga C. Saat ini beberapa warga binaan berada di jenjang SMA kelas 11 dan SD yang dimulai dari kelas 4.

"Ada juga yang SD, walaupun usianya sudah lebih lanjut, tapi tidak bisa langsung tiba-tiba masuk kelas 6 SD. Tadi dia mulainya dari kelas 4 SD, belajar baca, menghitung, dan lainnya. Setelah itu naik kelas sampai lulus," jelas Endang. 

Foto Penerimaan rapor pendidikan kesetaraan di Lapas Perempuan Malang. (Foto: Humas Lapas Perempuan Malang)Penerimaan rapor pendidikan kesetaraan di Lapas Perempuan Malang. (Foto: Humas Lapas Perempuan Malang)

Tak henti sampai di sana, pemenuhan instruksi dari Kementerian Imipas juga ditindaklanjuti dengan rencana program tahfidz quran. 

"Kami ada program belajar baca Al-Qur’an tapi masih belum ada yang khusus untuk tahfidz. Makanya sekarang sedang kita gagas," jelasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Endang Margiati Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Lapas Perempuan Malang Lapas Perempuan Lapas