Puncak 1 Abad NU di Malang, Refleksi 3 Petuah KH Hasyim Asy'ari untuk Masa Depan Bangsa

8 Februari 2026 07:47 8 Feb 2026 07:47

Thumbnail Puncak 1 Abad NU di Malang, Refleksi 3 Petuah KH Hasyim Asy'ari untuk Masa Depan Bangsa

KH Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jatim saat memberikan sambutan pada acara puncak harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang menjadi puncak hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 tahun. Di momen 1 Abad NU ini, jemaah diajak untuk mengikuti petuah yang disampaikan oleh Sang Pendiri, KH Muhammad Hasyim Asy'ari.

KH Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jatim menjelaskan pada 1926 lalu, Hasyim Asyari menyerukan agar masyarakat berdiri di atas prinsip keadilan, keamanan, perdamaian, dan kebaikan. 

"Terasa manis di mulut orang baik, tapi sesak di tenggorokan orang jahat," ujarnya, Minggu, 8 Februari 2026. 

Tiga petuah tersebut ialah petuah yang menyembuhkan, dakwah yang menyelamatkan, dan argumen yang kuat. Gus Kikin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa warga NU harus kerja sama melalui ketiga hal tersebut. 

Tak hanya itu, memasuki abad ke-2 NU, ikatan berorganisasi harus terus terjalin dengan ikatan cinta kasih, saling menyayangi, turut bersatu. 

"Begitu indahnya amanah yang harus menjadi cahaya dari tindakan kita semua," lanjutnya. 

Ikatan persaudaraan juga harus terus dijunjung oleh warga NU. Terlebih banyak masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang. 

"Kami terima kasih ke Muhammadiyah yang ikut menyiapkan 10.000 bungkus konsumsi, sekolah sekitar Stadion Gajayana yang menyediakan snack, minuman, buka lahan untuk transit," katanya. 

Begitu pula pengurus dan umat gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana telah banyak membantu jemaah yang hadir. Bahkan dengan rasa toleransi menggeser ibadah dari jadwal seharusnya. 

"Pagi ini Stadion Gajayana, stadion pertama di Indonesia yang berusia 100 tahun ikut jadi saksi bahwa kita senantiasa menjaga tradisi yang diwariskan NU untuk mempererat persatuan dan persaudaraan," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

1 abad nu Mujahadah Kubro Mujahadah Kubro 1 Abad NU stadion gajayana Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz