KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui dinas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait beredarnya Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, dr. Sandy Hendrayono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus super flu di Kabupaten Situbondo.
Kendati demikian, upaya pencegahan tetap dilakukan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas dalam kota maupun yang baru kembali dari luar kota.
“Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dan mau melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, termasuk virus super flu,” imbau dr Sandy.
Ia juga berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri, apabila merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo menyiagakan seluruh puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit.
“Kita juga sudah mensiapkan seluruh fasilitas kesehatan untuk segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.
Kadinkes memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan pasien yang terpapar virus super flu. Meski demikian, Dinkes terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.
“Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” kata dr. Sandy.
Lebih lanjut, dr Sandy menjelaskan bahwa, di Kabupaten Situbondo sampai saat ini belum ada bukti secara laboratorium atau terkonfirmasi sebagai super flu (H3N2). Dinas Kesehatan Situbondo memantau kasus influenza melalui laporan SARI (Severe Acute Respiratory Infection) dan ILI (Influenza Like Illness).
Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Jatim dan BBLKM Surabaya terkait data sentinel ILI/SARI, memantau aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mingguan dan memantau pelaporan hasil pemeriksaan spesimen di aplikasi NAR.
Selain itu, kata dr. Sandy, Dinkes Situbondo juga memberikan edukasi atau promosi kepada masyarakat tentang etika batuk dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Khusus penggunaan masker, sangat dianjurkan. Saat mobilitas, sebaiknya menghindari kerumunan, terutama dalam ruangan tertutup. Pencegahan spesifik berupa vaksin influenza,” pungkasnya.(*)
