KETIK, SURABAYA – Heboh sejumlah 20 siswa dan satu guru SDIT Al Abror Situbondo diduga terjangkit penyakit cacar monyet atau monkeypox.
Pihak sekolah mengambil langkah pencegahan penularan dengan memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara daring mulai Selasa hingga Sabtu 10 sampai 14 September 2024.
Namun, hal itu dibantah langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa pemberitaan tentang adanya 20 siswa yang terindikasi cacar monyet (Mpox) di Situbondo perlu diluruskan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo bahwa kasus tersebut bukanlah kasus Mpox, melainkan cacar air (varicella),"ungkap Prof. Erwin melalui siaran tertulis pada Kamis 12 September 2024.
"Terdapat 27 kasus cacar air yang ditemukan di salah satu sekolah dasar di Situbondo," imbuh Erwin.
Erwin menjelaskan bahwa gejala cacar air meliputi ruam atau bintik-bintik merah berisi cairan yang menyebar ke seluruh tubuh, demam, sakit kepala dan nyeri otot.
“Gejala cacar air berbeda dengan Mpox, kalau Mpox gejalanya berupa ruam dengan lepuhan pada wajah, tangan, kaki, mata, mulut dan/atau alat kelamin, demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan serta nyeri otot dan lemas," rinci Erwin.
Erwin berpesan untuk masyarakat, jika menemukan maupun mengalami gejala cacar air atau Mpox, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga tidak menularkan kepada orang lain.
“Cacar air ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit, melalui percikan air liur (droplet) serta kontak dengan benda terkontaminasi (baju, handuk, dll) dari pasien cacar air,” jelas Erwin
Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit cacar air, Dinkes Jatim telah melakukan berbagai upaya, antara lain menghimbau agar siswa dan orang tua murid tidak panik, pembelajaran sementara dilaksanakan secara daring, serta memberikan edukasi kepada siswa dan guru terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan.
Kadinkes Jatim Pastikan 20 Siswa di Situbondo Terkena Cacar Air Bukan Mpox
12 September 2024 17:45 12 Sep 2024 17:45
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)
Trend Terkini
5 Februari 2026 12:42
Kota Madiun Memanas! Kawat Berduri Mengitari Padepokan Agung PSHT Jelang Parluh Kubu R. Moerdjoko
6 Februari 2026 22:24
Cuma 15 Menit! Jembatan Gantung Garuda Kabupaten Malang Permudah Akses Warga 2 Desa
8 Februari 2026 16:26
Puluhan Kasek SD di Sidoarjo Ngelencer Ramai-Ramai, DPRD dan BKD Minta Dinas Pendidikan Klarifikasi
5 Februari 2026 20:58
Audit BGN Pusat Bongkar Kebocoran Anggaran di Dapur MBG Kedopok 2 Probolinggo
6 Februari 2026 01:21
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari
Tags:
Cacar air MPOX pelajar Situbondo Monkeypox kadinkes Jatim gejala cacar airBaca Juga:
Patut Ditiru! Kadinkes Jatim dr Erwin Libatkan Kader Pramuka Jadi Fasilitator Cek Kesehatan GratisBaca Juga:
Dosen Unair Beberkan Cara Pencegahan Mpox, Kenali Varian Hingga Cara HadapiBaca Juga:
Surabaya Waspadai Mpox: Wali Kota Eri Cahyadi Terbitkan Surat Edaran untuk Cegah Penularan"Baca Juga:
Kasus Monkeypox Nihil di Kota Malang, Dinkes Siagakan Ruang IsolasiBaca Juga:
Kasus Mpox di Surabaya Masih Nol, Pemkot Tetap Gencarkan SosialisasiBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
