KETIK, BATU – Dari 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Batu, baru delapan unit yang mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu pun menyoroti masih adanya kendala kedisiplinan relawan dalam menerapkan standar keamanan pangan di lapangan.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan bahwa proses pemenuhan standar higienis dan sanitasi terus dilakukan secara bertahap terhadap seluruh SPPG yang ada.
“Saat ini ada delapan yang mendapatkan SLHS,” ujar Esty.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kedisiplinan relawan dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
Menurutnya, layanan penyediaan makanan bergizi merupakan produk dengan risiko tinggi terhadap keamanan pangan, sehingga setiap tahapan harus dijalankan secara ketat.
“Kalau kami melihat secara riil, tantangannya ada pada kedisiplinan relawan. Produk yang diolah ini berisiko tinggi, sehingga penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib dipatuhi,” jelasnya.
Esty mencontohkan, masih ditemukan relawan yang melepas APD saat bertugas, seperti tidak mengenakan masker atau sarung tangan, termasuk saat proses distribusi makanan berlangsung.
“Kadang masih ada relawan yang melepas APD, misalnya masker. Pernah kami temui sopir pengiriman makanan yang sudah tidak memakai masker dan sarung tangan saat proses distribusi. Padahal, makanan tersebut bersentuhan langsung dengan yang bersangkutan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan APD harus tetap dilakukan hingga proses distribusi selesai, karena menyangkut keamanan dan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Menurut Esty, setiap dapur SPPG telah memiliki SOP yang mengatur seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan. Namun, implementasi di lapangan harus terus diperkuat melalui pengawasan dan pembinaan.
“Di setiap lokasi dapur sudah ada SOP yang jelas. Tinggal bagaimana SOP itu benar-benar dipahami dan diterapkan secara konsisten oleh seluruh petugas,” tegasnya. (*)
