Jembatan Putus Total, Bupati Situbondo Sebut Ada 1.500 Warga Terisolir

24 Januari 2026 21:52 24 Jan 2026 21:52

Thumbnail Jembatan Putus Total, Bupati Situbondo Sebut Ada 1.500 Warga Terisolir

Bupati Situbondo menelusuri arus sungai ketika tinjau 1.500 jiwa yang terisolir, Sabtu 24 Januari 2026 (Foto: Adinda Octaviani/Ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Jembatan putus akibat diterjang arus sungai mengakibatkan sebanya 1.500 jiwa warga Desa Wringin Anom dan Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo terisolasi.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo ketika berkunjung di lokasi jembatan putus tersebut mengatakan bahwa kondisi warga sangat memprihatinkan serta membutuhkan penanganan cepat.

“Di lokasi itu ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana, karena jembatan penghubung tersebut rusak totol sehingga benar-benar warga terisolir. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, maka harus cepat ditangani,” katanya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Mas Rio meninjau lokasi tersebut dengan cara menyusuri alur sungai karena seluruh jembatan putus total. Sedangkan, badan jalan hancur dan tidak dapat dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

“Terisolirnya warga setempat membuat distribusi bantuan dan layanan dasar menjadi terbatas dan terhambat. Namun demikian, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan,” kata Mas Rio.

Untuk tahap awal, lanjut Mas Rio, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako guna memenuhi kebutuhan dasar warga. Bantuan tersebut diprioritaskan sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga ketahanan warga yang terisolir.

“Pemerintah daerah berencana menganggarkan perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung yang rusak total akibat bencana alam banjir. Namun, saat ini keterbatasan anggaran daerah yang menjadi kendala utama,” tutur Mas Rio.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah, pihaknya akan meminta bantuan ke pemerintah Provinsi Jatim maupun Pemerintah Pusat agar penanganan bisa segera dilakukan. Karena jembatan dan jalan tersebut satu-satunya akses masyarakat dalam beraktivitas.

Mas Rio juga menegaskan, pemulihan akses jembatan dan jalan tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga kembali normal dan risiko sosial kemanusiaan tidak semakin memburuk.

“Saya akan berupaya keras agar jembatan tersebut segera di bangun kembali,” pungkas Mas Rio.

Sementara, salah satu warga terdampak, Beby Syaifullah, mengatakan bahwa terdapat dua jembatan yang putus di daerahnya, masing-masing berada di Dusun Wringin dan Dusun Krajan.

“Dampaknya, warga tidak bisa menyeberang dan tidak bisa lewat sama sekali. Akses keluar-masuk terputus, aktivitas warga, termasuk belanja kebutuhan pokok jadi terganggu,” kata Beby.

Menurut Beby, di Dusun Krajan saja sedikitnya ada 150 kepala keluarga terdampak. Kerena selama ini, warga berbelanja ke wilayah Wringinanom atau Kecamatan Jatibanteng dan Kecamatan Besuki melewati jembatan yang putus itu.

“Jembatan yang putus itu, merupakan akses jalan satu-satunya. Tidak ada jalan pintas lain. Jembatan tersebut merupakan akses bagi warga Desa Patemon dan Dusun Krajan, Desa Wringinanom, untuk ke pasar,” jelas Beby. (*)

Tombol Google News

Tags:

jembatan putus total Bupati Situbondo sebut ada 1.500 jiwa Terisolir