Jelang Harlah Satu Abad NU, PWNU Jatim Ziarah Muassis ke Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

24 Januari 2026 16:09 24 Jan 2026 16:09

Thumbnail Jelang Harlah Satu Abad NU, PWNU Jatim Ziarah Muassis ke Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

KH Najiburrahman memerikan sambutan di acara ziarah muassis NU oleh PWNU Jatim di Pesantren Nurul Jadid (Foto:Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Menjelang peringatan puncak Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama(NU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melakukan rangkaian konsolidasi organisasi.

Kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan ziarah ke makam para tokoh pendiri (muassis) serta penggerak (muharrik) NU di Probolinggo, Sabtu, 24 Januari 2026.  Rombongan dipimpin oleh Katib Syuriah PWNU Jatim, KH. Ahsanul Haq.

Rangkaian kegiatan diawali di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong sebelum bertolak ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh KH. Najiburrahman Wahid, cucu pendiri Pesantren Nurul Jadid, beserta jajaran pengurus PCNU Kota dan Kabupaten Probolinggo serta PCNU Kraksaan.

Dalam sambutannya di Aula Mini Pesantren Nurul Jadid, KH. Najiburrahman Wahid mengulas kembali napas perjuangan KH. Zaini Mun’im dalam berkhidmat di NU.

Ia menceritakan momen saat Kiai Zaini bermimpi di ajak naik mobil oleh gurunya yaitu KH. Hasyim Asy’ari, yang menjadi titik mantapnya sang ulama untuk berjuang di jalur Nahdlatul Ulama.

"Para penerus perjuangan Kiai Zaini tetap teguh di jalur NU tanpa berpaling. Hal ini selaras dengan bait qasidah karya Kiai Zaini yang menegaskan pentingnya berjuang di Nahdlatul Ulama  dan politik islam demi menguatkan posisi umat Islam," ujarnya.

Sementara itu, KH. Ahsanul Haq menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan menuju puncak Harlah 1 Abad NU yang akan dipusatkan di Stadion Gajayana, Malang, pada 8 Februari mendatang. Agenda besar tersebut akan dikemas dalam bentuk Mujahadah Kubro.

"Peringatan satu abad ini dilaksanakan secara mandiri. Kami berharap melalui mujahadah nanti, NU tetap selamat dan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur," ucapnya.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdliyin, khususnya di wilayah Probolinggo, untuk memaksimalkan kehadiran masyarakat dalam momentum bersejarah tersebut.

Selain ziarah ke makam KH. Zaini Mun’im, rombongan juga memberikan penghormatan di makam KH. Hasan Abdul Wafi, pencipta selawat Nahdliyah, sebagai bagian dari refleksi atas dedikasi tokoh besar yang meletakkan fondasi kuat bagi jam'iyyah NU. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ziarah Muassis PWNU Jatim Nurul Jadid Paiton