KETIK, SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyemarakkan peringatan Satu Abad NU (31 Januari 1926–2026) dengan rangkaian kegiatan yang digelar mulai 7 Januari hingga 8 Februari, di antaranya Sarasehan Pesantren, Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan Mujahadah Kubro.
"Rangkaian Hari Lahir atau Harlah Satu Abad NU itu diawali dengan Kick Off Satu Abad NU serta Sarasehan Pesantren dan Kebangsaan di Unisma Malang, 7 Januari 2025, dengan narasumber dari Kemenag RI, UINSA, Pesantren Tebuireng dan Bayt al Hikmah Pasuruan," kata Ketua Panitia Harlah 'Satu Abad NU' PWNU Jatim, Prof H Masykuri Bakri, dalam keterangan di Surabaya, Minggu, 4 Januari 2026.
Setelah rapat daring bersama panitia dan perwakilan PCNU se-Jawa Timur pada 3 Januari, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim menjelaskan bahwa peringatan Harlah Satu Abad NU mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban”.
"Dengan tema itu, PWNU Jatim ingin melaporkan 'abad pertama' sebagai peran historis NU dan pesantren, sambil mempersiapkan 'abad kedua' dengan fokus pada program layanan (ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial-budaya), dan Generasi Z Islami NU (GenZI-NU)," kata Guru Besar dan mantan Rektor Unisma Malang itu.
Setelah kegiatan kick off dan Sarasehan Pesantren dan Kebangsaan pada 7 Januari, rangkaian Harlah PWNU Jatim dilanjutkan dengan Ziarah Muassis pada 24 dan 25 Januari.
Pada 24 Januari, Ziarah Muassis difokuskan ke para muassis tingkat kabupaten/kota oleh PCNU setempat, sedangkan pada 25 Januari PWNU Jatim akan melaksanakan Ziarah Muassis ke Jombang.
"Ziarah Muassis di Jombang antara lain ke makam KHM Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Romli Tamim, jadi tanggal 25 Januari itu semuanya ziarah ke Jombang, sedangkan tanggal 24 Januari dilakukan masing-masing PCNU sesuai tempatnya, tapi waktunya serentak," katanya.
Sebagai contoh, PCNU Surabaya dan Gresik pada 24 Januari akan melaksanakan ziarah muassis ke makam KH Hasan Gipo selaku Ketua Umum PBNU pertama periode 1926–1934, KH Ridlwan Abdullah sebagai pencetus lambang NU, KH Mas Alwi Abdul Azis pencetus nama NU, serta KH Faqih Maskumambang.
Sementara itu, PCNU se-Madura melakukan ziarah ke makam Syaichona Kholil bin Abdul Latif yang dikenal sebagai inspirator embrio kelahiran NU.
Usai Ziarah Muassis, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pameran Seni Rupa bertajuk Mangsa Kalasubo yang digelar pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026 di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya, menampilkan karya KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus dari Rembang, Acep Zamzam Noor dari Cipasung, Nasirun dari DIY, dan sejumlah perupa lainnya.
“Pameran seni rupa tersebut juga dimeriahkan dengan Historical Trips pada 30 Januari yang menyusuri rute historis, mulai Kampung Kertopaten sebagai lokasi embrio kelahiran NU, Bubutan tempat legalisasi, Peneleh lokasi muktamar pertama, hingga Kebondalem, Kawatan, Jalan Sasak, dan Ampel.Sehari berselang, tepat pada 31 Januari, akan digelar layanan pengobatan dan kesehatan gratis di seluruh RSNU dan Klinik NU se-Jawa Timur,” ujarnya.
Pada 5–7 Februari 2026, rangkaian Harlah Satu Abad NU oleh PWNU Jatim digelar di Kampung Cokelat, Blitar, dengan fokus pada tema NU-Conomic melalui pameran dan talkshow yang mengangkat tiga pilar utama, yakni UMKM, pertanian dan hilirisasi, serta filantropi melalui wakaf dan zakat. Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan konser amal di lokasi yang sama.
"Kalau pameran NU-Conomic bisa diikuti implementasi Perhutanan Sosial dan PCNU se-Jatim bisa memamerkan produk/UMKM/market mart, produk/pertanian unggulan, atau BMT/filantropi unggulan. Kalau Konser Amal untuk Sumatera-Aceh akan dimulai dengan ngaji bersama Gus Iqdam (5/2), dan Lailatul Hadrah Ishari (6/2), Konser Amal bersama 'Umi Kulsum RI' Alma Esbeye (7/2)," urainya.
Pada waktu yang sama, yakni 5–7 Februari, juga digelar Festival GenZI-NU di Kampung Cokelat yang menghadirkan Digital/AI Bootcamp bersama Google Indonesia untuk siswa SMA pada 5 Februari, mahasiswa pada 6 Februari, serta pendidik dan guru Ma’arif pada 7 Februari.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan final lomba GenZINU, meliputi Lomba Lalaran Alfiyah, Pidato Bahasa Arab dan Inggris, Audisi Qiraatul Kutub, serta Kompetisi AI pada 6 Februari.
"Puncak Harlah Satu Abad NU adalah Mujahadah Kubro di Stadion Gajahyana (8/2/2026), Malang, yang mengundang Presiden, Menteri, MPR/DPR, Rais Aam PBNU, Ketua Umum PBNU pada 8 Februari, acara dimulai dengan sholawatan pada 7 Februari pukul 19.00 WIB, lalu Ijazah Kubro jam 03.00 WIB, sholat subuh di stadion jam 04.10 WIB, mujahadah kubro jam 05.00-07.00 WIB, dan seremonial Satu Abad NU bersama tokoh dan 40.000-an nahliyyin se-Jatim," katanya. (*)
