KETIK, MALANG – Peristiwa Kudatuli menjadi titik awal tumbuhnya minat politik Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto. Kepedulian terhadap kondisi politik di masa Orde Baru mendorongnya terjun ke dunia politik. Kini, ia fokus memperjuangkan isu kesehatan, khususnya layanan BPJS bagi masyarakat.
Eko Herdiyanto, Ketua DPRD Kota Malang, mengungkapkan minatnya pada politik mulai tumbuh sejak usia 24–25 tahun. Ia mengaku tergerak setelah menyaksikan peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996, yang dianggap sebagai salah satu noda kelam dalam sejarah politik Indonesia.
“Kenapa politik kok semacam ini penyerbuan kekerasan, penculikan, pembunuhan, dan sebagainya. Akhirnya muncul ketertarikan," ujar Eko Herdiyanto.
Sejak saat itu, ia mulai mendekat ke arena politik dengan bergabung dengan Partai PDI, yang pada masa itu belum bernama PDI perjuangan. Ia terlibat sejak tingkat dasar, dimulai dari lingkungan RT dan RW lalu berkembang ke tingkat Kelurahan, Kecamatan, hingga akhirnya menjadi pengurus di tingkat Kota.
“Sehingga tertarik, kumpul-kumpul di kampung, sampai terbentuknya pengurus. Munculnya PDI Perjuangan, terbentuk pengurus di tingkat RT dan RW, tingkat Kecamatan, Kelurahan sampai sekarang di tingkat kota DPC PDI Perjuangan,” jelasnya.
Karier politiknya terus berkembang hingga menjabat Ketua DPRD Kota Malang untuk periode 2024–2029. Ia juga dipercaya memimpin Komisi D bukan atas keinginan pribadi, melainkan sebagai penugasan dari partai.
Dalam menjalankan tugasnya, ia menaruh perhatian besar pada isu kesehatan, khususnya layanan BPJS yang sempat menuai kontroversi akibat penonaktifan sejumlah masyarakat.
Ia menambahkan, Komisi D telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan BPJS, guna memastikan bahwa layanan kesehatan tetap dapat diakses oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, sekarang kan sudah mulai, sudah reda terutama masalah di bidang kesehatan, yaitu BPJS," terangnya.
Melalui jabatannya saat ini, ia ingin memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
“Semakin bisa membantu masyarakat, di bidang kesehatan, di bidang BPJS, bagaimana masyarakat, khususnya Kota Malang bisa terlayani secara maksimal, fasilitasi BPJS saat kebutuhan pelayanan medis di rumah sakit," pungkasnya. (*)
