KETIK, MALANG – Momen Ramadan menjadi waktu bagi banyak orang untuk meraup rezeki tambahan, salah satunya dengan membuka lapak di sejumlah pasar takjil yang bertebaran di Kota Malang. Salah satu yang ramai dikunjungi warga berada di Jalan Surabaya, tepat di belakang kampus Universitas Negeri Malang (UM). Setiap sore, sejak pukul 15.00 WIB, kawasan ini dipadati pembeli yang berburu menu berbuka puasa.
Salah satu pedagang, Dwi Prasetyo (35), asal Blitar, mengaku pasar takjil di Jalan Surabaya sangat membantu meningkatkan pendapatannya selama Ramadan. Pria yang akrab disapa Pras ini telah menekuni usaha pentol sejak akhir 2013. Ia mulai rutin membuka lapak di Jalan Surabaya sejak dua tahun setelah pandemi.
“Pasar takjil di sini sangat membantu pendapatan saya. Jalan Surabaya ini paling ramai dibandingkan pasar takjil lainnya,” ujar Pras.
"Menu andalannya, pentol pedas, dijual seharga Rp10 ribu per cup. Dalam sehari, ia bisa menjual sekitar 500–600 cup. “Semoga Ramadan tahun ini penjualan kami tetap laris,” tambahnya.
Pedagang lainnya, Nadin (19), mahasiswa kedokteran asal Malang, baru dua hari berjualan di pasar takjil Jalan Surabaya. Ia mulai membuka stan sejak pukul 16.00 WIB. Meski terbilang baru, lapaknya langsung diserbu pembeli sejak hari pertama.
“Menu paling favorit chicken and fries. Penjualan bisa mencapai puluhan porsi per hari,” kata Nadin.
Nadin berharap pasar takjil ini terus ramai sehingga para penjual dapat menikmati hasil dari usahanya.
“Harapannya, semoga orang-orang bisa menikmati jualan kami di sini,” ujarnya. Meski demikian, Nadin mengaku tantangan terbesarnya adalah mendapatkan bahan baku, meski hal tersebut tidak terlalu memengaruhi penjualannya.
Beragam jajanan ditawarkan di Pasar Takjil Jalan Surabaya, mulai dari kolak, es buah, aneka gorengan, hingga makanan berat untuk berbuka puasa. Harga yang dipatok pun bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga puluhan ribu rupiah. Ragam pilihan menu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mencari santapan berbuka. (*)
