KETIK, JAKARTA – Buah manis khas Timur Tengah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga termasuk makanan sunnah yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW saat berbuka. Setiap memasuki bulan ramadan, buah yang satu ini tidak pernah absen di meja makan saat berbuka puasa.
Seperti diketahui, buah kurma menjadi salah satu hal yang identik dengan bulan Ramadan. Rasanya yang manis menjadi favorit banyak orang saat berbuka puasa. Tak hanya itu, makan kurma juga dapat membuat perut cukup terisi sehingga dapat menghindarkan dari makan berlebih usai berbuka.
Lantas, mengapa kurma selalu menjadi menu primadona pada saat berbuka puasa? Yuk, simak penjelasan berikut ini.
1. Menjadi Pengembali Sumber Energi yang Hilang
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap oleh tubuh. Kandungan inilah yang membuat energi kita kembali lagi setelah berpuasa 12 jam.
2. Membantu Menjaga Sistem Pencernaan
Buah ini adalah makanan pencahar (laxative food) karena mengandung serat yang tinggi. Kandungan serat ini sangat baik untuk menjaga kesehatan saluran cerna, meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus, serta mencegah sembelit sekaligus diare saat puasa.
Manfaatnya mulai dari mencegah sembelit sekaligus diare saat puasa, melancarkan pencernaan hingga mengatasi konstipasi atau kesulitan buang air besar.
3. Mencegah Gejala Anemia
Anemia adalah penyakit yang terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah. Vitamin C yang terdapat pada kurma basah berperan dalam meningkatkan proses penyerapan zat besi di dalam tubuh, sehingga dapat membantu mengurangi risiko anemia.
Untuk ibu hamil, anak-anak, maupun individu yang memerlukan tambahan asupan zat besi, konsumsi kurma basah secara teratur dalam porsi yang wajar dapat menjadi alternatif alami untuk mendukung pembentukan sel darah merah serta menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
4. Menjaga Keseimbangan Elektrolit Tubuh
Kurma memiliki kandungan kalium dan magnesium yang cukup tinggi. Kedua mineral tersebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu kerja sistem saraf, serta mendukung proses kontraksi otot.
5. Menjaga Kesehatan Jantung
Jika Anda termasuk penyuka gorengan, cobalah untuk mengganti makanan buka puasa ini dengan mengonsumsi sumber kalium, seperti buah kurma atau pisang.
Kalium diketahui memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi tekanan darah tinggi yang dapat memicu penyakit jantung.
Buah ini termasuk aman dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil, dan menyusui, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar atau sebanyak 3–5 butir per hari. Jumlah ini sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya tanpa meningkatkan asupan gula harian secara berlebihan.
Sebagai penutup, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga membawa berbagai manfaat bagi kesehatan.
Nutrisi yang terkandung di dalamnya dapat membantu memulihkan energi, menjaga kestabilan kadar gula darah, serta mendukung sistem pencernaan agar tetap lancar selama Ramadan.
Karena itu, mulai biasakan menjadikan kurma sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.(*)
