KETIK, MALANG – Memasuki pekan kedua Ramadan, antusiasme warga Malang untuk berburu takjil tak kunjung surut. Salah satu lokasi yang selalu ramai diserbu pengunjung adalah Pasar Takjil Sawojajar. Sejak sore hari, pasar takjil ini dipadati warga yang berburu aneka jajanan untuk berbuka puasa.
Pasar Takjil Sawojajar menjadi salah satu spot favorit yang selalu ramai setiap tahunnya. Meski telah bertahun-tahun hadir, pasar takjil ini tetap diminati masyarakat Malang untuk berburu jajanan berbuka puasa.
Meski Ramadan telah berjalan lebih dari sepekan, pasar takjil ini masih dipenuhi pengunjung. Beragam jenis makanan siap dijajakan, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang sedang tren.
Beberapa makanan yang viral juga hadir di Pasar Takjil Sawojajar, seperti pentol pedas, risol mayo, donat viral, dan yang paling banyak dijual adalah dimsum.
Ali, salah satu pengunjung, mengatakan bahwa ngabuburit di Pasar Takjil Sawojajar terasa seru karena banyaknya pilihan makanan yang memudahkan warga yang tidak sempat memasak.
“Seru, memudahkan bagi orang yang mau mencari menu berbuka atau yang tidak sempat masak. Pilihan takjilnya juga beragam, mulai dari gorengan, perbaksoan, es, dan sebagainya,” tuturnya.
Ia juga menilai makanan yang dijual di pasar takjil ini memiliki cita rasa yang memuaskan.
“Untuk makanannya enak semua. Semua yang saya beli di sini rasanya enak dan cocok di lidah saya,” ucap Ali.
Tak heran jika mayoritas pengunjung didominasi anak muda. Jajanan kekinian yang banyak dijual membuat para Gen Z tertarik dan rela berdesak-desakan demi mendapatkan takjil favorit mereka.
Selain kulinernya yang beragam, Pasar Takjil Sawojajar juga menyediakan wahana permainan, seperti kora-kora dan bianglala, yang menambah daya tarik bagi pengunjung.
Beberapa wahana permainan yang menyenangkan di Pasar Takjil Sawojajar. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Suasana Pasar Takjil Sawojajar pada pekan kedua Ramadan ini terpantau sangat padat hingga pengunjung harus berdesak-desakan. Tak jarang, petugas pasar mengingatkan pengunjung untuk menjaga barang berharga karena adanya copet yang berkeliaran. Oleh sebab itu, pengunjung diimbau untuk tetap waspada selama berada di area pasar takjil.
Ali juga menyarankan agar pengunjung datang lebih awal untuk menghindari keramaian dan kehabisan jajanan.
“Mungkin datangnya lebih awal saja, sekitar jam 3 sore, supaya tidak desak-desakan,” sarannya.
Bagi para pemburu kuliner, Pasar Takjil Sawojajar bisa menjadi pilihan tempat ngabuburit yang tepat. Ragam pilihan makanan dan jajanan membuat suasana Ramadan terasa semakin spesial. (*)
