ITB Adias Gelar Festival Kuliner, Wabup Pemalang Dorong UMKM Makin Berkembang

30 November 2025 19:00 30 Nov 2025 19:00

Thumbnail ITB Adias Gelar Festival Kuliner, Wabup Pemalang Dorong UMKM Makin Berkembang
Wakil Bupati Pemalang Nurkholes di Festival Kuliner ITB Adias, Sabtu, 29 November 2025. (Foto: Kominfo Pemalang)

KETIK, PEMALANG – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Adias menggelar Festival Kuliner sebagai upaya nyata mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Pemalang.

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes membuka acara yang berlangsung di halaman kampus tersebut pada Sabtu, 29 November 2025.‎

‎Festival ini menampilkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari turnamen tenis meja, fashion show anak-anak, lomba masak nasi goreng, senam sehat, hingga pameran UMKM dan beragam kreasi seni.

‎Acara ini juga menjadi ajang promosi sekaligus ruang kreativitas bagi para pelaku usaha lokal.

‎Dalam sambutannya, Wabup Nurkholes memberikan apresiasi tinggi kepada ITB Adias yang telah memfasilitasi UMKM untuk terus berkembang.

Kegiatan ini dinilai penting untuk diperbanyak karena potensi besar UMKM, terutama sektor kuliner, dalam mendorong perekonomian daerah.

‎“Menjadi sesuatu yang menarik jika di Pemalang ini UMKM digerakkan, karena UMKM ini berada di paling bawah. Secara bisnis, yang menjanjikan adalah bisnis kuliner, kalau kuliner berarti identik dengan UMKM,” ujarnya.

‎Sementara itu, Rektor ITB Adias, Noor Rosyadi, berharap Festival Kuliner dapat menjadi ruang yang efektif bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka.

‎Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam memajukan UMKM lokal.

‎“Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan UMKM di Pemalang dapat semakin maju dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” tuturnya.

‎Festival Kuliner ITB Adias turut dihadiri Camat Petarukan Samsul Dewantara, Ketua KONI, perwakilan OPD terkait, serta segenap civitas academica. (*)

Tombol Google News

Tags:

pemalang UMKM festival kuliner ITB Adias Nurkholes perekonomian daerah