KETIK, BATU – Perayaan Lebaran identik dengan beragam hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering. Namun, sebagian makanan tersebut dikenal memiliki kandungan lemak dan kolesterol cukup tinggi karena penggunaan santan, telur, maupun daging merah dalam jumlah besar.
Agar tetap bisa menikmati sajian istimewa saat Hari Raya tanpa mengkhawatirkan kesehatan, masyarakat dapat menerapkan beberapa tips membuat makanan khas Lebaran yang aman dari kolesterol.
Dengan mengganti beberapa bahan dan memilih alternatif yang lebih sehat, hidangan Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
Berikut sejumlah tips membuat makanan khas Lebaran yang aman dari kolesterol yang dapat diterapkan di rumah, seperti dilansir dari berbagai sumber kesehatan.
1. Ganti Daging Merah dengan Menu Ikan
Daging merah dan daging unggas sering menjadi bahan utama berbagai menu Lebaran, seperti rendang atau opor ayam. Namun, konsumsi daging secara berlebihan juga dapat memicu peningkatan kolesterol dalam tubuh.
Sebagai solusi, masyarakat dapat beralih ke menu berbahan dasar ikan. Selain lebih sehat, ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik bagi kesehatan jantung.
Beberapa menu ikan yang bisa dijadikan alternatif hidangan Lebaran antara lain ikan bumbu kuning, ikan bakar rica, otak-otak ikan, hingga pepes ikan duri lunak.
Mengganti menu daging dengan ikan merupakan salah satu tips membuat makanan khas Lebaran yang aman dari kolesterol yang cukup efektif.
2. Kurangi Penggunaan Telur dalam Makanan
Telur sering digunakan dalam berbagai resep makanan Lebaran, terutama pada pembuatan kue kering dan kue bolu. Dalam satu loyang kue bolu berukuran 20 sentimeter, misalnya, biasanya dibutuhkan sekitar empat hingga lima butir telur.
Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kandungan kolesterol dalam telur dapat meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, salah satu tips membuat makanan khas Lebaran yang aman dari kolesterol adalah dengan mengurangi penggunaan telur atau menggantinya dengan bahan lain.
Beberapa bahan yang bisa dijadikan pengganti telur antara lain saus apel, pisang yang dihaluskan, tahu sutra, yogurt, buttermilk, hingga campuran cuka dan baking soda. Alternatif lain yang juga dapat digunakan adalah lesitin kedelai.
Penggantian bahan tersebut dapat membantu menekan kadar kolesterol tanpa mengurangi cita rasa makanan.
3. Pilih Kue Kering Berbahan Serealia
Kue kering merupakan salah satu sajian wajib saat Lebaran. Namun, sebagian besar kue kering dibuat menggunakan mentega, telur, dan keju yang memiliki kandungan lemak cukup tinggi.
Sebagai pilihan yang lebih sehat, masyarakat bisa membuat kue kering dengan bahan dasar gandum utuh, sereal, atau oatmeal. Bahan tersebut tidak hanya lebih sehat, tetapi juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan.
Selain itu, mentega dapat diganti dengan margarin, minyak kelapa, atau minyak zaitun. Sebaiknya hindari kue yang menggunakan banyak keju seperti kastengel karena kandungan protein hewani dan lemaknya berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.
4. Hindari Makanan dengan Bahan Santan
Santan sering menjadi bahan utama dalam berbagai menu Lebaran seperti opor, gulai, dan lodeh. Namun, kandungan lemak jenuh dalam santan cukup tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.
Sebagai alternatif, santan dapat diganti dengan susu kedelai yang memiliki rasa gurih dan tekstur cukup mirip. Selain itu, susu kedelai juga mengandung asam amino dan isoflavon yang dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Dengan cara ini, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran tanpa harus mengorbankan kesehatan.
5. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Setelah menjalani puasa selama sebulan penuh, banyak orang memanfaatkan momen Lebaran untuk menikmati berbagai camilan. Agar kebiasaan ngemil tetap sehat, buah dan sayur dapat dijadikan pilihan yang lebih baik dibandingkan makanan tinggi lemak.
Buah segar tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Selain dimakan langsung, buah juga bisa diolah menjadi minuman segar seperti sop buah atau salad buah.
Memperbanyak konsumsi buah dan sayur menjadi salah satu tips membuat makanan khas Lebaran yang aman dari kolesterol yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menerapkan berbagai cara tersebut, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran tanpa harus khawatir terhadap risiko kolesterol tinggi. Selain itu, memilih bahan makanan yang lebih sehat juga membantu menjaga kesehatan tubuh setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. (*)
