KETIK, SIDOARJO – Bupati Subandi mengemban pesan para kiai agar selalu bersinergi dengan DPC PKB Sidoarjo. Selama dirinya memimpin Pemkab Sidoarjo, PKB tetap menjadi mitra strategis. Bupati Subandi memastikan dirinya tidak pernah keluar dari PKB dan siap kembali membesarkan partai yang ”lahir dari rahim” NU tersebut.
”Alhamdulillah. Para kiai dari PCNU maupun MWCNU selalu menyampaikan kepada saya untuk kembali lagi ke DPC PKB Sidoarjo,” ungkap Bupati Subandi saat mengadiri buka puasa bersama di rumah H Syukur, koleganya di Desa Balongtani, Kecamatan Jabon, pada Rabu sore (18 Maret 2026).
Sinyal kembalinya Bupati Subandi ke pangkuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo itu semakin menguat. Para loyalis dari PKB maupun NU ikut hadir dalam acara silaturahmi tersebut. Hubungan dengan pengurus PKB maupun NU selalu dekat.
Para kiai sering berpesan dan berhagap agar Bupati Subandi bersedia kembali memimpin PKB Sidoarjo. Begitu pula kader-kader dan pengurus PKB Sidoarjo yang datang ke rumahnya pada Selasa malam (17 Maret 2026) lalu. Mereka meminta Bupati Subandi yang pernah menjabat ketua Tanfidiyah DPC PKB Sidoarjo pada 2021-2024 itu mau menakhodai lagi PKB.
Bupati Subandi pun mengungkapkan terima kasihnya atas sambutan hangat para kiai dari jajaran PCNU maupun MWCNU. Sebagai wujud kedekatan itu, Bupati Subandi merencanakan agenda pertemuan silaturahmi dengan MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo di kediaman pribadinya.
Acara tersebut direncanakan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MWCNU untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memohon doa bersama demi kemaslahatan masyarakat Sidoarjo.
Ditanya soal suara-suara internal PKB Sidoarjo yang menginginkan dirinya kembali, Bupati Subandi menyatakan sangat menghargainya. Itu merupakan dinamika politik internal yang wajar dan positif. Ada usul dan keinginan di tingkat ranting dan anak cabang yang perlu diperhatikan.
Beberapa nama lain juga muncul sebagai calon ketua DPC PKB Sidoarjo dalam Muscab VI PKB Sidoarjo pada awal April 2026 mendatang. Bupati Subandi menilainya sebagai bagian dari proses demokratisasi yang sehat. Itu hal yang biasa. Namanya juga demokrasi.
”Kita berlomba-lomba mencari pemimpin yang terbaik. Namun, keputusan akhir tetap berada di Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB,” tutur Bupati Subandi. (*)
