Indonesia dan Australia Sepakati Perjanjian Keamanan Baru, Tandai Era Baru Hubungan Bilateral

13 November 2025 12:49 13 Nov 2025 12:49

Thumbnail Indonesia dan Australia Sepakati Perjanjian Keamanan Baru, Tandai Era Baru Hubungan Bilateral

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese di Kapal HMAS Canberra, Rabu 12 Oktober 2025. (Foto: Instagram/@kemensetneg.ri)

KETIK, SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan pencapaian bersejarah dalam hubungan Indonesia dan Australia dengan selesainya negosiasi mengenai perjanjian keamanan bilateral baru dalam Pernyataan pers di kapal HMAS Canberra, Rabu 12 Oktober 2025. 

Kesepakatan ini menandai langkah penting menuju kerja sama yang lebih erat dalam bidang pertahanan dan stabilitas kawasan.

Dalam konferensi pers bersama di Canberra, Albanese menyebut perjanjian tersebut sebagai “momen bersejarah” yang menegaskan komitmen kedua negara terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

“Hubungan Australia dengan Indonesia didasarkan pada persahabatan, kepercayaan, rasa saling menghormati, dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian serta stabilitas di wilayah kita,” ujar Albanese.

Perdana Menteri Australia menjelaskan bahwa perjanjian ini akan memperkuat dasar kerja sama yang telah terjalin sejak Perjanjian Lombok 2006, yang sebelumnya menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia.

Albanese juga menyampaikan rencana kunjungan ke Indonesia pada Januari mendatang untuk menandatangani perjanjian secara resmi, setelah melalui proses domestik di masing-masing negara.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataannya menegaskan pentingnya hubungan erat antara Indonesia dan Australia sebagai tetangga dekat dan mitra strategis di kawasan.

“Kami berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang lebih erat di bidang pertahanan dan keamanan. Ini adalah langkah penting untuk menjamin keamanan kedua negara,” Ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan filosofi “good neighbor policy” atau kebijakan bertetangga yang baik sebagai dasar hubungan bilateral. 

Dalam suasana hangat, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan resmi yang diberikan pemerintah Australia.

“Terima kasih banyak atas penerimaan yang begitu hangat dan megah. Bahkan, kalian tahu bahwa saya menyukai bagpipe, dan saya disambut dengan alunan bagpipe. Terima kasih banyak,” tuturnya dengan senyum.

Perjanjian baru ini dipandang sebagai tonggak penting yang memperkuat kerja sama keamanan dan pertahanan antara kedua negara, serta menegaskan peran sentral Indonesia dan Australia dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Tombol Google News

Tags:

Prabowo Subianto Presiden Indonesia Perdana Menteri Anthony Albanese Bilateral