KETIK, SIDOARJO – Mencintai rakyat bukanlah sekadar kata-kata. Sejak menjabat Wakil Bupati, Plt Bupati, hingga Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn benar-benar membuktikan komitmennya untuk selalu dekat dengan masyarakat. Senantiasa menolong warga. Berbagi agar mereka bahagia.
Selasa (17 Februari 2026) sebenarnya merupakan hari libur. Tanggal merah perayaan Imlek 2577. Namun, bagi Bupati Subandi, hari libur dan tanggal merah itu menjadi kesempatan berharga. Pejabat kelahiran 23 Oktober 1972 itu menggunakan waktunya untuk bertemu masyarakat tidak mampu.
Warga-warga miskin disambanginya. Mereka juga dibantu untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni (RTLH). Yang sakit dijenguknya. Mereka juga diberi kursi roda agar mampu beraktivitas dengan lebih baik. Semua juga diberi santunan.
Selasa pagi itu, Bupati Subandi menyerahkan sendiri bantuan sosial serta bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Tarik. Tiga warga diberi kursi roda. Didampingi Kepala Dinas Sosial Mharta W. Kusuma dan perwakilan Baznas Sidoarjo, Bupati Subandi menyerahkan sendiri kursi roda tersebut.
Yang pertama didatangi adalah Achmad Kandek. Lelaki berusia 60 tahun itu sakit cukup lama. Akibat saraf terjepit, warga Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, itu tidak mampu berjalan normal. Dia harus pakai kursi roda demi bisa beraktivitas sehari-hari. Kandek tak kuasa menahan haru. Dia senang. Matanya berkaca-kaca saat dipamiti.
Bupati Subandi lalu menuju rumah M. Khoiril Arifin yang juga tinggal di Desa Sawocangkring. Dia penerima bantuan kedua. Lelaki 65 tahun tersebut mengalami kini sakit akibat stroke. Bersama Camat Wonoayu Anwar, Bupati Subandi menghibur hati lelaki lanjut usia tersebut.
”Mugi-mugi Panjenengan diparingi sabar nggih,” ucap Bupati Subandi sambil menepuk pundak dan memegang kaki Kakek Khoirul Arifin.
Bupati Subandi menyerahkan bantuan untuk Jumali, 55 tahun, warga Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu. (Foto: Kominfo Sidoarjo)
Penerima bantuan kursi roda ketiga bernama Jumali. Lelaki tersebut didatangi di rumahnya, Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu. Dia masih parobaya. Baru berusia 55 tahun. Namun, serangan stroke membuat Jumali tak bisa lagi beraktivitas normal seperti sebelumnya.
Dia memerlukan kursi roda untuk alat bantu. Paling tidak, masih bisa bersilaturahmi dengan keluarga maupun melakukan kegiatan positif lainnya. Lebih-lebih saat Hari Raya Idul Fitri 1447 tiba sekitar 1 bulan lagi.
”Saya berharap kursi roda ini bermanfaat. Membantu aktivitas sehari-hari. Nanti bisa digunakan untuk Lebaran ke sanak saudara dan tetangga kanan kiri,” ungkap Bupati Subandi yang berlatar belakang sebagai pengusaha tersebut.
Tidak hanya kursi roda. Warga-warga yang sakit tersebut juga memperoleh bantuan layanan BPJS Kesehatan. Pemkab Sidoarjo akan terus memantau warga yang membutuhkan bantuan. Baik kursi roda, kaki palsu, dan lain-lainnya.
Bupati Subandi menjelaskan, bantuan-bantuan itu merupakan bentuk nyata kepedulian Pemkab Sidoarjo kepada masyarakat yang memerlukan uluran tangan. Bantuan sosial seperti ini akan terus ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Baznas.
”Penyandang disabilitas tetap merasa diperhatikan,” tambah Bupati Subandi yang juga Kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati, pada 2008 hingga 2018 itu.
Perhatian kepada penyandang disabilitas telah sering dilakukan. Bupati Subandi selalu peduli kepada rakyatnya. Waktu akhir pekan pun menjadi kesempatan untuk bertemu masyarakat tidak mampu.
Pada Minggu (31Agustus 2025), Bupati Subandi juga blusukan ke tiga rumah warga untuk menyerahkan langsung bantuan kursi roda. Baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun lansia.
Di antaranya, Ananda Kenzie Rizqullaha. Bocah asal Desa Mergosari, Kecamatan Tarik, itu sakit sehingga sulit berjalan. Apalagi, kondisi ekonomi keluarganya tidak mampu. Keluarga hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan kunir dan sari kedelai. Kursi roda sangat sulit terjangkau untuk dibeli.
Bantuan lain diberikan kepada Muhammad Anta Dwi di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian. Sejak usia 11 bulan, Anta tidak bisa berjalan akibat dugaan infeksi bakteri. Ada pula Bianca Beatrix Pearl Suseno, warga Desa Sidorejo, Krian. Dia menderita mikrosefalus. Penyakit saraf otak itu membuat Bianca sulit berjalan.
Bupati Subandi memberikan bantuan kursi roda untuk Bianca Beatrix Pearl , warga Desa Sidorejo, Krian. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Uluran tangan Bupati Subandi itu mendapatkan sambutan hangat dari para penerima bantuan. Keluarga mereka sangat senang disambangi bupati. Lebih-lebih menerima bantuan dan santunan dari Pemkab Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo.
Bantu Perbaiki Rumah Tidak Layak Huni
Selain mengunjungi orang sakit, Bupati Subandi juga memperhatikan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Kepada mereka, Bupati Subandi mengupayakan agar perbaikan rumah bisa dilakukan dengan segera. Lewat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo.
Hal itu pun dilakukan Bupati Subandi pada Selasa tanggal merah (17 Februari 2026). Desa-desa di wilayah Kecamatan Tarik menjadi tujuan pemberian bantuan perbaikan RTLH. Ada tiga warga yang dibantu. Masing-masing Mardiyah, warga Desa Kemuning; Ripin, warga Desa Gampingrowo, serta Kusno, warga Desa Sebani.
Di rumah tiga warga itu, Bupati Subandi menyaksikan kondisi bangunan yang telah rapuh. Genting sudah jebol. Tiang-tiang penyangga atap terbuat dari bambu yang sudah tua. Lapuk dan bisa ambruk jika terkena angin atau guyuran hujan deras.
Dinding yang telah rapuh. Dingin karena air hujan merembes dari celah-celah atap. Belum lagi sebagian lantainya masih berupa tanah. Belum disemen, apalagi dikeramik. Tidak layak ditinggali oleh keluarga. Lebih-lebih para warga lanjut usia (lansia).
Bupati Subandi (tengah) bersama warga yang rumahya bakal direnovasi karena tidak layak huni di Kecamatan Tarik. (Foto: Kominfo Sidoarjo)
Saat mendatangi rumah Ripin, Bupati Subandi mengatakan bahwa Pemkab Sidoarjo bersama Baznas Sidoarjo siap membantu memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni tersebut. Soal waktunya, Bupati Subandi menyatakan sudah berkoordinasi.
Baznas diharapkan bisa segera merealisasikan bantuan perbaikan rumah itu. Perbaikan dilakukan sebelum tiba Hari Raya Idul Fitri. Rumah Ripin cepat direnovasi.
”Bapak Ripin sebelum Hari Raya Idul Fitri yang sangat membutuhkan pembangunan tembok dan atap yang masih dari bambu. Kamar mandi dibangun agar layak bagi keluarga,” harap Subandi, yang juga Wabup Sidoarjo periode 2021–2024 tersebut.
Perhatian Bupati Subandi terhadap RTLH itu juga dirasakan para janda di Kecamatan Tarik. Pada Minggu (31 Agustus 2025) lalu, mendatangi rumah dua janda di Tarik. Masing-masing Nur Hayati, warga Dusun Tempuran, Desa Tarik; dan Toyah, warga Dusun Kedung Kunter, Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik.
Bupati Subandi mengatakan, renovasi dilakukan setelah dihitung dulu apa saja kerusakannya. Jika perbaikannya cukup dengan dana Rp 25 juta, maka ditangani Baznas Sidoarjo. Jika tidak, perbaikan akan dilakukan Pemkab Sidoarjo dengan anggaran Rp 30 juta.
Bupati Subandi mendatangi Nur Hayati, warga Tarik, yang membutuhkan bantuan untuk renovasi rumah tidak layak huni. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Bupati Subandi menyampaikan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen menyelesaikan perbaikan RTLH. Dia ingin seluruh warga Sidoarjo tinggal di rumah yang nyaman dan aman. Benar-benar layak ditempati. Tidak bocor saat hujan. Punya kamar mandi yang layak.
Para penerima bantuan menyampaikan terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian Pemkab Sidoarjo. Mereka berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup, mempermudah aktivitas sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi keluarga.
”Maturnuwun Pak Bupati,” ucapnya.
Begitu pula Nur Hayati. Dia bersyukur rumahnya memperoleh program perbaikan RTLH. Sudah bertahun-tahun rumah Nur Hayati rusak. Atapnya kerap bocor saat hujan turun. Bahkan, beberapa kayu penyangga atap rumah sudah patah. Sangat dikhawatirkannya roboh.
”Senang sekali. Sudah lama rusak,” ucapnya singkat.
Ungkapan bahagia juga terungkap dari Munjiati. Janda 68 tahun asal Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, itu benar-benar bersyukur setelah rumahnya direnovasi pada akhir 2025 lalu.
”Alhamdulillah. Kulo maturnuwun teng Pak Bandi,” ungkap Munjati dengan wajah berseri-seri. Rumahnya tidak banjir lagi. (*)
