KETIK, HALMAHERA SELATAN – Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Masatawa Halmahera Selatan, Ikbal H. Mustafa, menegaskan komitmen Masatawa untuk terus menjaga kebersamaan serta mendukung pembangunan daerah, khususnya di tanah leluhur.
Hal itu disampaikan Ikbal dalam acara pengukuhan dan pengambilan sumpah Pengurus IKB Masatawa periode 2026–2029 di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu 14 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Ikbal mengulas perjalanan panjang Masatawa di Maluku Utara. Ia menyebut, Paguyuban ini pertama kali terbentuk pada 1985, dengan musyawarah awal di Malifut dan ketua umum pertama Husen Kausaha.
“Masatawa lahir dari semangat kebersamaan. Ini menjadi modal besar kita untuk terus maju,” ujar Ikbal.
Ia menilai, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kekuatan budaya dan kecerdasan kolektif masyarakat.
Bassam Kasuba saat sambutan (Foto: Mursal/Ketik.com)
“Kalau budaya kita hidup, akan lahir kekuatan. Dari situ muncul kecerdasan dan kebersamaan,” katanya.
Ikbal juga menyebut sejumlah tokoh Masatawa yang berhasil berkiprah di berbagai bidang, baik sosial maupun politik. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan potensi besar masyarakat Masatawa.
Ia menegaskan, IKB Masatawa tetap berdiri sebagai wadah persaudaraan tanpa kepentingan politik.
“Tidak ada tendensi politik. Ini murni kebersamaan kita sebagai keluarga besar Masatawa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ikbal juga meminta perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah Masatawa Makian Barat.
“Kami berharap ada kontribusi nyata berupa pembangunan jalan dan akses di tanah leluhur kami,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan di tengah keberagaman etnis dan budaya.
Saat sambutan Bassam mengatakan, keberagaman di Halmahera Selatan merupakan anugerah yang harus dirawat bersama.
“Saya kutip ayat dalam Al-Qur’an, ayat ini sangat berkesan dan cocok dengan kondisi kita di Halsel. Dengan banyaknya etnis dan budaya, ini menjadi keunikan yang luar biasa,” ujar Bassam.
Ia menuturkan, Allah telah mengikat seluruh masyarakat Halmahera Selatan dalam satu ikatan persaudaraan.
“Yang paling penting adalah saling mengenal dan saling mencintai. Silaturahmi dan kecintaan kita kelak akan mendapatkan keberkahan dari Allah,” katanya.
Ketua Umum IKB Masatawa Ikbal Mustafa ketika sambutan (Foto: Mursal/Ketik.com)
Bassam juga mengenang pengalamannya saat pertama kali menginjakkan kaki di Mataketeng dan bertemu dengan keluarga besar Makian.
“Saya tergerak dan tergugah ketika menginjakkan kaki di Mataketeng. Alhamdulillah, saya bertemu dengan keluarga Makian Barat yang luar biasa,” tuturnya.
Ia mengakui, perjalanan hidup dan kariernya tidak lepas dari dukungan masyarakat Masatawa.
Bassam turut menyinggung peran tokoh agama dalam membangun keluarga dan masyarakat, termasuk Ustaz Yahaya Misbah yang disebutnya banyak memotivasi keluarga Kasuba.
“Hari ini saya jadi bupati karena bentuk dedikasi orang Masatawa,” ucapnya.
Terkait pembangunan, Bassam menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya di kawasan Masatawa.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada pembangunan jalan di Makian Barat. Alhamdulillah juga kita sudah merancang dermaga dan jalan untuk menyambung desa-desa di Masatawa, khususnya Makian Barat,” jelasnya.
Menurut Bassam, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat akses pelayanan publik di wilayah kepulauan.
Pada kesempatan itu, Bassam juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Dewan Pembina IKB Masatawa.
“Ini sebuah kehormatan yang luar biasa bagi saya,” katanya.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, Sekretaris Daerah Ikbal Kamarullah, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli, pimpinan OPD, camat Makian Barat, serta sejumlah Kepala Desa.
