KETIK, SURABAYA – Pos Pendamping Nasional (Pospenas) Provinsi Aceh kembali menerima dukungan logistik untuk penanganan bencana. Sebanyak 7 ton beras disalurkan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Satgas Kemanusiaan ITS, diserahkan langsung di Lanud Sultan Iskandar Muda pada Rabu, 10 Desember 2025.
Bantuan senilai Rp300 juta itu selanjutnya akan dikirimkan melalui jalur udara ke tiga kabupaten terdampak, yaitu Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bireuen.
Koordinator Satgas Kemanusiaan ITS dari Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat ITS, Nurul Jadit, mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan hasil donasi civitas akademika dan alumni ITS yang dihimpun dalam berbagai bentuk kebutuhan pokok.
“Bantuan ini berasal dari beberapa elemen seperti Satgas Kemanusiaan ITS, Yayasan Manarul Ilmi, dan Ikatan Alumni ITS di Aceh. Total kami menghimpun sekitar Rp300 juta dan mendistribusikannya dalam bentuk logistik,” ujar Nurul.
Selain logistik pangan, ITS juga mengirimkan dukungan tambahan berupa 12 relawan tenaga medis, tim penyedia air bersih, solar panel, starlink, genset, perlengkapan sanitasi, serta 17 relawan dapur umum.
Nurul menjelaskan, total bantuan yang dikirimkan ITS ke Aceh mencapai Rp1,5 miliar, termasuk pengoperasian 10 unit alat pengolah air bersih untuk wilayah yang masih mengalami krisis air.
Distribusi bantuan ini turut melibatkan perguruan tinggi lain, yakni Universitas Syiah Kuala dan Universitas Malikussaleh, khususnya untuk instalasi sanitasi air bersih dan solar panel yang akan diterbangkan menggunakan armada Pospendamping Nasional.
Langkah ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam meringankan beban warga terdampak bencana di Aceh. Pos Pendamping Nasional menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penyaluran bantuan dari berbagai pihak.(*)
