“Hidden Potion” Hadirkan Eksplorasi Visual Baru Lima Seniman di Surabaya

23 Januari 2026 23:05 23 Jan 2026 23:05

Thumbnail “Hidden Potion” Hadirkan Eksplorasi Visual Baru Lima Seniman di Surabaya

Acara pembukaan pameran seni rupa "Hidden Potion" pada Jumat, 23 Januari 2026. (Foto: Michelle Gabriela/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pameran seni rupa bertajuk Hidden Potion resmi dibuka di ARTSPACE, lantai UG Artotel TS Suites Surabaya, pada Jumat 23 Januari 2026. Pameran ini menampilkan 26 karya seni dari lima seniman dan akan berlangsung hingga 26 April 2026.

Lima seniman yang terlibat dalam pameran tersebut adalah Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin. Masing-masing menghadirkan karya dengan bentuk dan visual yang beragam, serta latar pengalaman dan karakter artistik yang berbeda.

Pameran ini bertajuk Hidden Potion, yang dalam bahasa Indonesia berarti “ramuan tersembunyi”. Istilah tersebut merujuk pada para seniman yang terlibat, yang selama ini belum banyak dikenal oleh publik.

Para seniman tersebut umumnya berkarya di lingkup komunitas atau aliansi, sehingga karya-karya mereka masih belum dikenal secara luas. Dalam pameran ini, lukisan-lukisan yang dipamerkan bersumber dari pengalaman hidup, memori personal, serta pengamatan seniman terhadap kondisi sosial dan budaya di sekitarnya.

Pameran Hidden Potion hadir untuk memperkenalkan karya-karya lukisan yang masih jarang dijumpai oleh publik. Meski hanya melibatkan lima seniman, setiap karya yang dipamerkan dari masing-masing seniman memiliki visual dan karakteristik yang beragam.

Karya-karya tersebut mengusung eksplorasi visual yang membentuk pandangan baru dalam seni rupa, di antaranya melalui perpaduan latar bergaya realis dengan kehadiran karakter kartun atau pendekatan pop art. Dengan konsep tersebut, Hidden Potion menghadirkan bentuk karya yang berbeda dari pameran seni rupa pada umumnya.

Selain itu, pameran ini juga memiliki keunikan melalui keterlibatan penulis dalam proses penyajiannya. Rahma Tussofiyah berperan sebagai penulis yang bertugas menjembatani gagasan para seniman dengan konsep pameran secara keseluruhan. Setiap seniman memiliki beragam ide dan pesan artistik yang kerap muncul secara terpisah, kemudian dirangkai oleh penulis menjadi satu kesatuan.

Pada umumnya, peran penulis dalam pameran seni juga berkaitan dengan fungsi kuratorial. Sebagai penulis, Rahma memandang pameran ini sebagai ruang pertemuan antara rasa, ingatan, dan proses kreatif, sekaligus memberikan ruang bagi pengunjung untuk menafsirkan setiap karya secara personal.

Dengan durasi pameran hingga April 2026, Hidden Potion diharapkan dapat menjadi salah satu pameran seni rupa yang berkontribusi dalam mendukung perkembangan seni kontemporer di Surabaya. [*]

Tombol Google News

Tags:

Lukisan SENI Seni Rupa Karya ART #ARTSPACE surabaya pameran