KETIK, MALANG – Hey Bro Koffiehuis merupakan salah satu tempat ngopi alternatif di Kota Malang dengan konsep alam terbuka dan suasana hening. Kedai kopi ini terletak di Hutan Kota Hamid Rusdi, Kota Malang.
Pengelola Hey Bro adalah Yuniar Setiawan. Ia berpengalaman meramu kopi selama belasan tahun. Mimpinya hanya satu, menghadirkan rumah tempat pulang bagi semua pelanggannya.
Tak sekadar menjual suasana, Bro Yun, sapaan karib Yuniar, paham luar dalam soal perkopian.
Pria kelahiran Jember ini sudah sebelas tahun berkecimpung di dunia kopi, berguru sampai Singapura, membuka warung di Yogyakarta, lalu menetap di Malang. Pandemi sempat memaksanya menutup usaha.
“Dari situ, saya membangun yang lebih dekat dengan hati,” katanya.
Bro Yun sedang meracik kopi di Hey Bro Koffiehuis, kedai kopi alternatif di tepi Hutan Kota Hamid Rusdi, Kota Malang. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)
Sebelum menjadi peramu kopi, ia adalah ASN dan dosen hukum. “Birokrasi mencekik, kampus pun penuh intrik. Dunia kopi lebih jujur,” ujarnya tertawa.
Hey Bro ia rancang sebagai tempat istirahat: kursi kayu, tenda, hammock, tanpa musik jazz atau lampu hias. Pengunjung ditemani suara tonggeret dan udara sejuk.
Menu yang ditawarkan beragam, dari kopi hingga cokelat dan susu, plus camilan roti panggang, burger, dan gorengan.
Adya, pelajar asal Sawojajar, mengaku jatuh cinta pada es cokelat racikan Bro Yun. “Enteng tapi kaya rasa. Roti panggang beef-nya juga enak.”
Bagi Bro Yun, Hey Bro adalah rumah kecil yang hangat. “Saya ingin orang yang datang merasa pulang. Bukan cuma beli kopi, tapi merasa hadir dan didengarkan,” tandasnya. (*)
