Perkuat Bantalan Ekonomi Masyarakat Banyuwangi, Gubernur Khofifah Salurkan Tali Asih Senilai Rp5,26 Miliar

1 Maret 2026 14:31 1 Mar 2026 14:31

Thumbnail Perkuat Bantalan Ekonomi Masyarakat Banyuwangi, Gubernur Khofifah Salurkan Tali Asih Senilai Rp5,26 Miliar

Gubernur Khofifah (kiri) memeluk seorang warga di sela penyaluran bantuan kepada masyarakat Banyuwangi, Sabtu, 28 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial dan tali asih bagi masyarakat Banyuwangi dengan total Rp5,26 miliar di Kantor Kecamatan Glenmore, Banyuwangi pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Bantuan ini merupakan upaya dalam memberikan bantalan sosial dan bantalan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat rentan.

Selain itu bantuan ini juga diharapkan bisa memperkuat peran pilar sosial dan desa sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. 

“Bantalan sosial diberikan kepada lansia hingga penyandang disabilitas. Sedangkan, bantalan ekonomi diberikan melalui program penyaluran zakat produktif bagi para pelaku usaha Ultra Mikro,” ujar Khofifah. 

Bantalan Ekonomi melalui penyaluran zakat produktif ini bertujuan agar para pelaku usaha bisa terbebas dari rentenir maupun pinjol yang menjerat masyarakat miskin. 

Gubernur Khofifah menjelaskan, pemberian bantalan sosial dan ekonomi ini merupakan bentuk respon dari komplimentaritas maupun kompleksitas dan saling memberseiringi program penanganan kemiskinan yang ada di Banyuwangi. 

"Ini merupakan bentuk respon dari komplimentaritas maupun kompleksitas titik penanganan kemiskinan mana yang bisa diintervensi oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten," jelasnya. 

Penyaluran bantuan ini menyasar langsung masyarakat rentan serta pilar-pilar sosial di tingkat desa yang selama ini berperan aktif mendampingi warga. Diharapkan, bantuan tersebut mampu memberikan rasa aman sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dari total anggaran tersebut, alokasi terbesar berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp2,25 miliar, yang diperuntukkan bagi Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) sebanyak 866 keluarga, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 69 jiwa, bantuan KIP PPKS Jawara, serta Bantuan Operasional dan Tali Asih bagi 110 pilar sosial yang meliputi SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, TKSK dan TAGANA.

Selain itu, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif senilai Rp25 juta kepada 50 penerima, guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, bantuan sebesar Rp1,28 miliar dialokasikan untuk penguatan desa melalui program BUMDesa, Desa Berdaya, Jatim Puspa, serta Bantuan Keuangan Desa yang menjangkau beberapa desa di Kabupaten Banyuwangi.

Bantuan lintas perangkat daerah juga turut disalurkan, antara lain melalui Dinas PUPR Cipta Karya dan Cipta Karya sebesar Rp400 juta, Dinas Perhubungan sebesar Rp500 juta, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp800 juta, yang seluruhnya difokuskan pada Bantuan Keuangan Desa.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyaluran bansos dan tali asih ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi tonggak awal kesejahteraan dan kemandirian desa.

“Kami berharap bantuan ini tepat sasaran, dikelola dengan akuntabel, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Banyuwangi,” tuturnya. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas penyaluran bansos yang diberikan terbukti memberi manfaat dan selalu dinanti oleh masyarakat Banyuwangi. 

Ia berkomitmen bahwa pengentasan Kemiskinan menjadi point penting dari Pemkab Banyuwangi. 

Banyuwangi Berbagi, lanjutnya, juga mengajak seluruh pentahelix mendukung dan membantu masyarakat miskin lewat program bedah rumah dan program bantuan lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim Bantalan Ekonomi Penyaluran Bantuan program Banyuwangi Glenmore