Amerika Serikat dan Israel Lancarkan Serangan ke Iran, Trump: Operasi Militer Akbar Tengah Berlangsung

28 Februari 2026 16:51 28 Feb 2026 16:51

Thumbnail Amerika Serikat dan Israel Lancarkan Serangan ke Iran, Trump: Operasi Militer Akbar Tengah Berlangsung

Asap membubung di Teheran, Iran, pascaserangan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026 pagi waktu setempat. (Foto: Reuters)

KETIK, JAKARTA – Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, pagi waktu setempat. Serangan ini disebut merupakan buntut dari tudingan Amerika Serikat dan Israel terhadap program nuklir Iran.

Dilansir dari BBC, ledakan terdengar di Teheran, ibu kota Iran, sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Asap terlihat membubung di kawasan Jomhouri Square dan Hassan Abad Square.

Selain itu, ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain, seperti Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka.

Pemerintah Iran langsung menutup wilayah udaranya pascaserangan. Sementara itu, di Israel, sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah sebagai antisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.

Pemerintah Israel mengimbau warga untuk menghindari kerumunan serta tidak berangkat ke sekolah atau tempat kerja kecuali untuk keperluan mendesak. Bandara-bandara di Israel juga ditutup sementara untuk penerbangan sipil.

Melalui unggahan video di media sosial, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam serangan ini. Ia pun menyebut tengah memulai operasi militer besar di Iran.

“Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran serta memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir,” kata Trump.

Ia juga meminta warga Iran untuk tetap berlindung di rumah.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan dukungan terhadap langkah bersama tersebut. Ia menyerukan kepada rakyat Iran untuk “melepaskan belenggu tirani” dan memperjuangkan masa depan yang bebas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Iran Amerika Serikat Israel Donald Trump Benjamin Netanyahu