KETIK, HALMAHERA SELATAN – Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin menegaskan bahwa Gerakan Pramuka dituntut untuk terus bertransformasi, beradaptasi, dan berinovasi dalam menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks, mulai dari degradasi sosial, tantangan ekonomi, hingga persoalan lingkungan hidup.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Helmi selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Halmahera Selatan saat membuka Kursus Mahir Dasar (KMD) yang digelar di Perkemahan Oma Moi, Kecamatan Bacan Selatan, Rabu 21 Januari 2026.
“Tanpa mengurangi tradisi kepramukaan yang sudah ada, Pramuka harus mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang begitu cepat, karena jika tidak, nilai-nilai sosial bisa tergerus, terdistorsi, bahkan terdegradasi,” tegas Helmi dalam sambutannya.
Menurutnya, spektrum program kerja Pramuka ke depan harus semakin luas dan relevan. Tidak cukup hanya bertumpu pada kegiatan indoor maupun outdoor konvensional, tetapi juga harus mampu merespons persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Peran pembentukan karakter generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Pramuka adalah pilar penting dalam menjawab tantangan sosial hari ini,” ujarnya.
Helmi juga menyoroti dampak keterbukaan informasi publik yang dinilai telah memicu degradasi sosial dan moral, terutama di kalangan generasi muda. Interaksi anak-anak dengan gawai yang lebih intens dibandingkan interaksi sosial nyata, menurutnya, berpotensi mengikis empati dan kepedulian.
“Kita menyaksikan bagaimana ujaran kebencian dan hoaks memperuncing polarisasi. Konten singkat berdurasi 30 detik mampu membentuk opini, tapi seringkali tanpa proses berpikir yang matang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan moral bersama, termasuk bagi Pramuka, untuk hadir sebagai agen perubahan yang mampu membimbing adik-adik generasi muda agar tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan kebinekaan.
Halmahera Selatan sendiri, lanjutnya, merupakan wilayah multikultural dengan lebih dari 20 etnis dan berbagai subetnis. Kondisi ini, jika tidak dirawat dengan baik, berpotensi menggerus harmoni sosial.
“Keinginan Pak Bupati adalah membangun Halmahera Selatan secara inklusif dan berkeadilan, memperkokoh persatuan dalam bingkai Saruma. Ini tidak cukup hanya menjadi narasi, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Dalam konteks itu, Helmi menekankan pentingnya Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai kompas moral yang harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kurikulum pembelajaran maupun pelatihan kepramukaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia juga mendorong agar sistem pendidikan dan kursus Pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega, terus dikembangkan sesuai dengan karakteristik usia dan tantangan generasi masing-masing.
Lebih jauh, mantan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara 3 periode ini menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka untuk membangun kolaborasi nyata dengan Pramuka dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan sektor agromaritim dan isu lingkungan.
“Pemerintah membutuhkan kolaborasi yang luas. Pramuka kami harapkan menjadi mitra strategis, agen perubahan, dan motor sosialisasi program pembangunan hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Pramuka dalam isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, pencegahan deforestasi, hingga menjaga prinsip ekologi demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Helmi berharap kegiatan KMD mampu melahirkan kader-kader Pramuka yang lebih matang secara moral, sosial, dan kepemimpinan.
“Manfaatkan KMD ini dengan sebaik-baiknya. Materi yang diberikan harus menjadi pegangan untuk memperkuat tanggung jawab moral, baik sebagai kader Pramuka maupun sebagai warga masyarakat Halmahera Selatan,” pungkasnya.
Kegiatan pembukaan KMD tersebut turut dihadiri para pimpinan pengurus Pramuka Provinsi Maluku Utara, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Halmahera Selatan Kakak Rifa’at Bassam, Plt Sekda Abdillah Kamarullah, para asisten dan staf ahli, pimpinan OPD, seluruh gugus depan dari berbagai kecamatan, serta para peserta KMD serta para pemateri.
