Harita Nickel Bangun Garda Siaga Bencana di Maluku Utara

6 Maret 2026 19:39 6 Mar 2026 19:39

Thumbnail Harita Nickel Bangun Garda Siaga Bencana di Maluku Utara

Warga Desa Kawasi memerankan korban bencana dalam simulasi evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons darurat. (Foto: Humas Harita Nickel For Ketik.com)

KETIK, MALUKU UTARA – Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Letaknya yang berada di jalur cincin api Pasifik membuat kawasan ini rawan gempa bumi, tsunami, hingga aktivitas gunung api aktif seperti Gunung Gamalama, Gunung Ibu, Gamkonora, Dukono, dan Gunung Kie Besi.

Selain itu, curah hujan ekstrem juga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang semester I tahun 2025 terdapat 76 kejadian bencana hidrometeorologi di 48 kecamatan di Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Halmahera Selatan menjadi wilayah dengan dampak paling besar.

Tercatat ada 19 kejadian bencana yang terjadi di wilayah ini. Kepala BNPB Halmahera Selatan, Suharyanto, menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus menjadi perhatian bersama.

Foto Tim ERT Harita Nickel turut membantu pembersihan puing-puing material yang terbawa banjir di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, pada Januari lalu. (Foto: Humas Harita Nickel For Ketik.com)Tim ERT Harita Nickel turut membantu pembersihan puing-puing material yang terbawa banjir di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, pada Januari lalu. (Foto: Humas Harita Nickel For Ketik.com)

Ia menyebut, di balik keindahan alamnya, Maluku Utara memiliki potensi risiko bencana yang tinggi. Karena itu seluruh pemangku kepentingan perlu selalu siap siaga dan tidak menunggu jatuhnya korban untuk bertindak.

Membangun Sistem, Bukan Sekadar Program

Menyadari kondisi tersebut, Harita Nickel mengambil langkah proaktif dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan akademisi dari Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) untuk melakukan pemetaan potensi bahaya secara lebih akurat.

Ketua DRRC UI, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si, Ph.D menjelaskan bahwa pengelolaan bencana merupakan elemen penting bagi industri yang beroperasi di wilayah rawan bencana.

"Pengelolaan bencana merupakan bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Melalui kajian mendalam, Desa Kawasi di Pulau Obi pun teridentifikasi memiliki kerentanan spesifik terhadap ancaman gempa bumi, angin kencang, ombak besar, hingga risiko tsunami,” jelas Fatma Jumat 6 Maret 2026.

Menindaklanjuti hasil kajian tersebut, Harita Nickel kemudian meluncurkan program Pelatihan Siaga Bencana yang melibatkan masyarakat.

Occupational Health and Safety (OHS) Manager Harita Nickel, Supriyanto Suwarno, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).

Ia menegaskan komitmen tersebut tidak hanya mencakup keselamatan pekerja, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Puncaknya pada Desember 2025, Harita Nickel menggelar Pelatihan Tanggap Bencana di Desa Kawasi, Pulau Obi. Sebanyak 51 warga dilibatkan dalam simulasi yang dirancang menyerupai kondisi darurat sebenarnya.

Simulasi tersebut mencakup berbagai skenario, mulai dari teknik pemadaman api dini hingga prosedur evakuasi mandiri.

“Dalam kegiatan ini pula dibentuk Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) sebagai garda terdepan penanganan situasi darurat,” ujar Supriyanto.

Uji Praktik di Lokasi Bencana

Sistem kesiapsiagaan yang dibangun tersebut kemudian diuji secara langsung ketika banjir besar melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, pada Januari lalu.

Saat itu Harita Nickel segera mengerahkan Emergency Response Team (ERT) untuk membantu warga mengevakuasi barang serta membersihkan sisa-sisa material banjir.

Kondisi di lapangan juga cukup kritis, termasuk di Desa Tongute Ternate. Merespons situasi tersebut, perusahaan memprioritaskan layanan kesehatan dengan menerjunkan dua paramedis untuk melakukan pemeriksaan gratis.

Selain itu, ratusan paket bantuan kesehatan juga disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan logistik berupa matras, beras, mi instan, dan air mineral turut didistribusikan guna membantu kebutuhan 1.593 jiwa yang berada di pengungsian.

Camat Ibu, Warjin Hi Soleman, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran tim medis dan bantuan perlengkapan tidur sangat membantu menjaga stabilitas kondisi warga.

Hal senada disampaikan Kepala BPBD Halmahera Barat, Gunawan MT Ali. Ia memuji koordinasi yang dilakukan Harita Nickel dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Aksi tanggap bencana juga dilakukan di Desa Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan, yang turut terdampak banjir.

Berbeda dengan bantuan di Kecamatan Ibu yang berfokus pada layanan kesehatan, bantuan di Desa Yaba diarahkan pada pemulihan infrastruktur permukiman warga.

Harita Nickel menyalurkan 400 sak semen dan 150 lembar seng untuk membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat banjir.

Salah satu warga Desa Yaba, Yohan Galela, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.

“Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin. Bantuan ini membuat kami bisa memperbaiki fondasi serta dinding rumah yang rusak," singkatnya.

Tombol Google News

Tags:

Harita Nickel Aksi nyata Edukasi Bencana Maluku Utara