Gubernur Khofifah Tutup LKS Dikmen Jatim 2026, Targetkan Juara Umum Nasional Empat Kali Beruntun

10 April 2026 16:34 10 Apr 2026 16:34

Fariha Al J., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Tutup LKS Dikmen Jatim 2026, Targetkan Juara Umum Nasional Empat Kali Beruntun

Penutupan LKS Dikmen Jatim 2026 oleh Gubernur Khofifah bersama siswa dan peserta, berlangsung di SMKN 12 Surabaya sebagai upaya mendorong lahirnya talenta unggul melalui seremoni penutupan yang ditandai dengan foto bersama pada Rabu, 9 April 2026 malam. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) ke-XXXIV Tahun 2026 di SMKN 12 Surabaya, Rabu, 9 April 2026 malam. 

Ajang ini diikuti siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jawa Timur dalam 56 bidang lomba, sekaligus menjadi sarana pemetaan kompetensi dan penjaringan talenta unggul untuk menghadapi LKS tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa LKS merupakan instrumen penting untuk menyeleksi dan mengukur kompetensi siswa lintas jenjang pendidikan.

“LKS ini penting untuk kita bisa melakukan seleksi dari kompetensi anak-anak siswa SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Kalau sebelumnya LKS ini hanya untuk SMK, tahun 2026 di Jawa Timur kita juga menyertakan SMA dan Madrasah Aliyah,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong agar pelibatan lintas jenjang ini dapat diterapkan di tingkat nasional.

“Saya mengusulkan kalau memang memungkinkan, pelibatan SMA dan Aliyah di tingkat nasional akan memberi ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menunjukkan kompetensinya, apalagi bidang yang dilombakan cukup banyak, ada 56 bidang,” usulnya.

Khofifah menilai LKS bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk mengukur sekaligus membuktikan kualitas talenta vokasi Jawa Timur.

“Saya melihat wajah-wajah masa depan yang siap melangkah lebih jauh, membawa Jawa Timur berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekuatan ekosistem pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur harus terus dioptimalkan. Ribuan guru, puluhan ribu siswa, serta sistem pembinaan yang berjalan menjadi fondasi penting dalam mencetak talenta unggul.

Prestasi Jawa Timur sebagai juara umum LKS nasional selama tiga tahun berturut-turut, menurutnya, bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem pembinaan yang konsisten.

“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Tentu kita menargetkan tahun ini bisa juara umum lagi. Bahkan saya tadi menyampaikan, seyogyanya jika sudah hattrick, piala juara umum bisa menjadi milik siswa-siswi Jawa Timur,” tegasnya.

“Tiga tahun, tiga kali back-to-back. Ini bukan kebetulan, ini adalah sistem yang bekerja. Karena itu, visi ‘Jatim Cerdas’ harus dimaknai lebih luas, kecerdasan harus berdampak nyata,” lanjutnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan SMK agar benar-benar siap memasuki dunia kerja, tidak hanya secara teknis tetapi juga secara psikososial.

“Di SMK ini kita melakukan banyak improvement. Siswa-siswa sudah mulai magang dan mengenali dunia kerja sejak dini, bahkan sejak kelas 11 banyak yang sudah ‘diinden’. Artinya mereka sudah siap masuk dunia kerja saat lulus,” ujarnya.

“Oleh karena itu kita ingin terus meningkatkan skill mereka, sekaligus memastikan kesiapan tersebut diikuti dengan kematangan psiko-sosial,” imbuhnya.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) menjadi kunci dalam menjaga standar kompetensi lulusan.

“Standar dan kompetensi itu ditentukan oleh dunia usaha dan dunia industri. Karena itu kita sangat melibatkan Dudika dalam proses magang dan latihan kerja, agar saat lulus mereka benar-benar siap bekerja,” tegasnya.

Meski menghadapi tantangan fiskal tahun 2026 dengan berkurangnya potensi pendapatan daerah sekitar Rp4,2 triliun, Khofifah menegaskan bahwa keterbatasan tidak boleh menghambat prestasi.

“Justru dalam keterbatasan lahir kreativitas dan inovasi. Dan kalian sudah membuktikan bahwa prestasi bisa lahir tanpa batas,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang LKS mendapatkan uang pembinaan: juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Juara pertama juga akan mengikuti training center (TC) sebagai persiapan menuju LKS tingkat nasional.

Khofifah menegaskan, langkah tersebut penting agar prestasi siswa tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi berlanjut hingga nasional bahkan internasional.

Ia juga menyoroti peran strategis Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dalam memperkuat koordinasi pembinaan dan pelaksanaan kompetisi lintas daerah.

Menurutnya, kekuatan utama pendidikan vokasi Jawa Timur terletak pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“SMK tidak bisa berjalan sendiri. SMK membutuhkan panggung, dan panggung terbaik adalah dunia kerja nyata. LKS adalah arena latihan, sementara industri adalah panggung sesungguhnya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga meresmikan secara simbolis bantuan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana untuk 50 SMA/SMK/SLB negeri dan swasta di Surabaya dan Sidoarjo.

Selain itu, diserahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa pra sejahtera masing-masing Rp1 juta serta bantuan sepatu sekolah untuk mendukung akses pendidikan.

Di akhir, Khofifah mengingatkan para siswa agar tidak berhenti pada capaian simbolik.

“Piala dan medali hanyalah simbol. Prestasi sesungguhnya adalah ketika keterampilan mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga dan memajukan daerah,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Tutup LKS targetkan juara nasional beruntun jatim