KETIK, MALANG – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengajak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo untuk menerapkan gerakan "Bawa Turun Sampahmu". Hal ini demi menjaga kelestarian dan kebersihan alam, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengajak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo untuk menerapkan gerakan "Bawa Turun Sampahmu".
Seruan gerakan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan bersih-bersih di kawasan Gunung Bromo yang dilakukan oleh Balai Besar TNBTS bersama tim gabungan pada Senin, 6 April 2026 lalu.
Dalam kegiatan bersih-bersih tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak total 963 kilogram sampah yang didominasi oleh bungkus makanan dan botol minuman berbahan plastik.
Diketahui, sampah-sampah itu didapat dari sejumlah lokasi di kawasan Bromo seperti di Lautan Pasir, Jemplang hingga Penanjakan. Setelah dikumpulkan, sampah tersebut langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Poncokusumo di Kabupaten Malang.
Tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan bersih-bersih di kawasan Gunung Bromo, Senin, 6 April 2026 (Foto : Balai Besar TNBTS)
Ketua Tim Data, Evaluasi, dan Pelaporan Kehumasan Balai Besar TNBTS Hendra Wisantara mengatakan sebagai bentuk menjaga kelestarian alam, maka pengunjung kawasan Gunung Bromo melakukan gerakan "Bawa Turun Sampahmu".
"Demi kelestarian dan kenyamanan bersama, maka pengunjung agar menerapkan (gerakan) Bawa Turun Sampahmu dengan membawa turun kembali sampah pribadi," jelasnya, Jumat, 10 April 2026.
Lewat gerakan ini, diharapkan dapat mencegah munculnya tumpukan sampah. Selain itu, wisatawan juga diharapkan membawa botol minuman maupun tempat makan dari bahan yang bisa didaur ulang.
"Alam di Bromo merupakan warisan yang harus dijaga secara bersama-sama," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengungkapkan bahwa sebenarnya masing-masing jip wisata di Gunung Bromo telah dilengkapi kantong sampah untuk menampung sampah yang dibawa oleh wisatawan.
"Itu termasuk bagian dari fasilitas, yang tujuannya untuk mencegah pengunjung membuang sampah sembarangan," terangnya.
Ia juga menegaskan, para pengunjung tidak diperbolehkan membuang sampah sembarangan di dalam setiap area Gunung Bromo.
"Kawasan Gunung Bromo merupakan kawasan konservasi, sehingga kami berharap pengunjung untuk lebih peduli dalam menjaga kebersihan," pungkasnya.
