KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 di Airlangga Convention Center Surabaya, Sabtu, 4 April 2026.
Kegiatan ini diikuti ribuan murid berprestasi sebagai bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Ajang ini menjadi penguatan ekosistem pendidikan berbasis prestasi, dengan target meraih juara umum pada berbagai kompetisi nasional sekaligus mendorong lahirnya talenta yang siap bersaing di kancah global.
Kompetisi tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), serta Lomba Debat Indonesia (LDI).
“Mudah-mudahan ajang talenta Jawa Timur bisa menghasilkan talenta-talenta berprestasi luar biasa tidak hanya tingkat provinsi tapi juga berjaya di tingkat nasional dan akan melaju di tingkat internasional,” jelas Khofifah.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ajang ini menjadi momentum penting dalam membangun generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatim mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Karena dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju,” katanya.
Ia menambahkan, ajang talenta juga membuka peluang besar bagi murid untuk mendapatkan apresiasi sekaligus akses melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
“Karena mendapatkan apresiasi bahkan dengan talenta yang dimiliki mencapai prestasi bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN di jalur prestasi SNBP, maka kenapa Jatim selalu terbanyak secara nasional masuk PTN jalur SNBP karena kepedulian pemerintah akan talenta-talenta dari para murid hebat Jatim,” jelasnya.
Pada tahun 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dari total 108.122 pendaftar.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN jalur SNBP secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2026.
“Capaian tersebut menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima PTN jalur SNBP secara nasional, sekaligus mempertahankan posisi tersebut selama tujuh tahun berturut-turut terhitung sejak tahun 2019 hingga 2026,” jelasnya.
Menurut Khofifah, keberhasilan ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan dan prestasi nasional.
“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan gambaran peluang, tingkat keketatan program studi, hingga perangkingan siswa. Ini menjadi kunci peningkatan penerimaan setiap tahun,” katanya.
Selain itu, Jawa Timur juga mencatat jumlah terbanyak penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) secara nasional. Dari 40.213 pendaftar, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan diterima.
“Catatan ini menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan optimisme terhadap capaian prestasi tahun 2026.
“Tahun 2025 dari tujuh ajang prestasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen, empat menjadi juara umum tingkat nasional. Lalu tahun 2024 meraih juara umum dari tiga lomba yang dilaksanakan Kementerian pusat dan tahun 2025 mendapatkan empat sekaligus juara umum di tingkat nasional. Tentu tahun 2026, target kita di tujuh ajang prestasi akan kita raih menjadi juara umum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah provinsi.
“Terima kasih Ibu gubernur mendukung sehingga insyaallah dari ajang prestasi kita bisa membuktikan bahwa Jawa Timur selalu menjadi barometer prestasi nasional,” ujarnya.
Selain itu, terdapat 206 murid yang memperoleh golden tiket masuk perguruan tinggi negeri pada tahun 2026, di luar jalur dari Kementerian Agama.
“Alhamdulillah tahun ini golden tiket yang diterima anak-anak kita meningkat. Tentu kita berharap anak-anak yang berprestasi semakin banyak mendapatkan golden tiket untuk masuk di perguruan tinggi negeri,” jelasnya.
Pemprov Jatim juga memberikan perhatian kepada tenaga pendidik melalui program bedah rumah.
“Guru dan tenaga pendidikan mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah provinsi Jawa Timur bahwasanya bukan hanya murid-murid yang berprestasi, tetapi kita berharap guru-gurunya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi Jawa Timur melalui bedah rumah yang kita lakukan,” ungkapnya.
Selain itu, bantuan rehabilitasi juga diberikan kepada SMK 1 Ampelgading Malang.
“Gubernur memberikan bantuan secara langsung senilai Rp 100 juta kepada SMK 1 Ampelgading untuk segera direhabilitasi dan diperbaiki sehingga bisa digunakan satu bulan ke depan untuk perbaikannya,” ungkapnya.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Maria Veronika turut mengapresiasi pelaksanaan ajang talenta di Jawa Timur.
“Selamat berkompetisi dan jangan takut untuk berusaha sebab perlu penguatan mental tapi saya yakin kalian semua mampu berkompetisi tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 serta menyerahkan bantuan biaya pendidikan bagi murid Jawa Timur. (*)
