Gerakan Pramuka Siap Perbarui Arah Organisasi di Raparnas 2026, Dituntut Tetap Relevan

26 Januari 2026 20:16 26 Jan 2026 20:16

Thumbnail Gerakan Pramuka Siap Perbarui Arah Organisasi di Raparnas 2026, Dituntut Tetap Relevan

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso saat membuka Rapat Paripurna Andalan Nasional Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu, 26 Januari 2026. (Foto: Dok. Kwarnas)

KETIK, JAKARTA – Gerakan Pramuka siap untuk terus bertransformasi agar tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter generasi muda Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, saat membuka Rapat Paripurna Andalan Nasional (Raparnas) Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu, 26 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Budi Waseso menyampaikan bahwa Raparnas 2026 menjadi ruang strategis bagi para Andalan Nasional untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperbarui arah kebijakan Gerakan Pramuka ke depan. 

Menurutnya, dinamika global, percepatan teknologi digital, serta tantangan sosial dan kebangsaan menuntut pembaruan pola pembinaan agar Pramuka tetap kontekstual dengan perkembangan zaman.

“Perubahan zaman harus dijawab dengan cara-cara yang adaptif, tanpa meninggalkan jati diri kepramukaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa prinsip belajar sambil melakukan, pembinaan berbasis alam terbuka, serta pengamalan nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus terus diperkuat sebagai fondasi utama pendidikan karakter. 

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, mandiri, dan berjiwa kebangsaan.

Budi Waseso juga mengingatkan bahwa peran Andalan dalam struktur kwartir merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab kolektif dan profesional.

Setiap Andalan memiliki kewajiban menyusun, melaksanakan, serta mengawasi program kerja sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka agar selaras dengan tujuan organisasi.

Raparnas 2026 diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan internal, mulai dari konsistensi pelaksanaan program, pemerataan kualitas pembina, penguatan sistem kaderisasi, hingga pembenahan tata kelola organisasi.

Forum ini didorong menjadi ruang yang terbuka untuk mengulas berbagai kelemahan sekaligus merumuskan solusi konkret yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Dalam konteks pembangunan nasional, Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan masyarakat.

Kontribusi di bidang pendidikan karakter, mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, hingga dukungan terhadap swasembada pangan nasional disebut perlu terus diperluas melalui sinergi lintas sektor.

Menutup sambutannya, Budi Waseso mengajak seluruh peserta Raparnas memanfaatkan forum secara terbuka, kritis, dan konstruktif dengan mengedepankan musyawarah mufakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, saya optimistis Gerakan Pramuka dapat terus berkembang menjadi organisasi kepanduan yang modern, profesional, dan tetap berjiwa kebangsaan,” katanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gerakan Pramuka Kwarnas Raparnas 2026 Pramuka Indonesia Pendidikan karakter Andalan Nasional.