Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

14 Maret 2026 07:00 14 Mar 2026 07:00

Thumbnail Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

Ilustrasi dari AI mengenai Dream Pop, Shoegaze, dan Math Rock

KETIK, SURABAYA – Semakin ke sini, tak hanya teknologi yang berkembang pesat. Musik, yang menemani kita sehari-haripun “berkembang biak” melahirkan aliran-aliran baru. Contohnya, musik pop yang melahirkan aliran Dream Pop dan musik rock melahirkan aliran Shoegaze. Terdengar asing memang.

Seorang penikmat sekaligus pengamat lagu, Ahmad Nuaim Zaidan, atau biasa disapa Zaidan menjelaskan selayang pandang terkait beberapa aliran musik saat diwawancarai pada Jumat, 13 Maret 2026 di Surabaya.

Tidak jauh-jauh, ia memperkenalkan “anak” dari musik pop dan rock yang lumayan mirip padahal berbeda. Perpanjangan tangan dari musik pop adalah Dream Pop dan rock adalah Shoegaze. Kedua musik tersebut lahir dari kekecewaan terhadap aliran rock mainstream dan terlalu menuruti pasar sekitar tahun 1970-1980.

Di era tersebut juga teknologi makin maju. Pedal reverb, distortion, chorus, dan delay-pun semakin beraneka ragam. Teknologi semacam inilah yang menyokong keberanian musisi Amerika dan Inggris untuk bereksperimen, selain karena mencuatnya label indie seperti 4AD (label yang menaungi band seperti Pixies, Cocteau Twins, dan yang lain).

“Gara-gara perkembangan ide sih, orang kan selalu pengen eksplorasi sesuatu yg baru, bisa dengan menggabungkan 2 genre atau lebih, kalau tidak ya mengembangkan 1 genre tertentu,” ujar pria asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut.

Zaidan menjelaskan, perbedaan musik pop biasa dan Dream Pop terletak pada atmosfer dan aura musiknya. Dream Pop memiliki karakter lebih melayang, emosional, dan lembut. Lagu favoritnya di genre ini adalah “I Follow You” milik Melody’s Echo Chamber.

Sementara baginya, pop cenderung membosankan karena hanya mengunggulkan vocal.

“overrated sih pop indonesia, lebih menonjolkan aspek vokalnya aja jadinya boring”, ucap anak tengah dari 3 bersaudara tersebut.

Sementara shoegaze dan rock cukup kentara bedanya. Shoegaze “bermain-main” rock di ranah noise gitar dan efek pedal. Band ini “memanjakan gitar” dengan distorsi dan feedback sehingga vokalisnya sendiri kalah suara dengan gitar.

“shoegaze tuh genre musik yang banyak fokus ke efek gitar, suasana musiknya yg cenderung berat, vokal yang seolah-olah nyatu sama musiknya, beberapa band juga ngasih nuansa musik yang eksperimental banget, contoh band shoegaze ada my bloody valentine, sm favorit saya namanya slowdive, ada band shoegaze indo yg oke, namanya sunlotus,” ujar pria 21 tahun itu.

Selain Dream Pop dan Shoegaze, menurutnya ada aliran musik yang jarang orang tahu, ialah math rock. Seperti namanya, ketukan musik ini menggunakan paradigma matematika yang rumit. Lebih patah-patah dan tidak terduga. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lagu hits Rock Pop Terkini 80's 90's masa kini surabaya