Gebyar Totta’an Dhere Jadi Senjata Bondowoso Bentuk Generasi Berkarakter

14 Februari 2026 14:11 14 Feb 2026 14:11

Thumbnail Gebyar Totta’an Dhere Jadi Senjata Bondowoso Bentuk Generasi Berkarakter

Sekretaris Daerah ( Sekda) Fathur Rozi usai membuka Gebyar Tari Totta’an Dhere sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal di alun-alun Bondowoso. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi membuka Gebyar Tari Totta’an Dhere sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

Kegiatan yang melibatkan guru dan murid SD Gugus Sekolah 1 Kecamatan Bondowoso ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif modernisasi.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Fathur Rozi, Inspektur, Sekretaris DPRD, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, kepala dinas dan badan di lingkungan Pemkab Bondowoso, serta guru dan siswa yang tampil memukau dalam balutan nuansa budaya daerah.

Fathur Rozi menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalur utama penguatan identitas daerah. Menurutnya, Bondowoso tidak hanya dikenal sebagai “Republik Kopi” maupun karena pesona alamnya seperti Ijen Geopark, tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia.

“Di tengah arus modernisasi, pendidikan harus menjadi ruang penguatan identitas agar generasi muda tumbuh dengan akar budaya yang kuat,” ujarnya saat di temui awak media pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa kegiatan kurikuler seperti Gebyar Tari Totta’an Dhere selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam membangun pendidikan berkarakter. Nilai-nilai kearifan lokal dinilai mampu membentuk mentalitas, integritas, dan rasa bangga terhadap daerah sejak usia dini.

Foto Sekretaris Daerah (Sekda) Fathur Rozi  saat sambutanSekretaris Daerah (Sekda) Fathur Rozi saat sambutan (Foto: Haryono/Ketik.com))

Gebyar Tari Totta’an Dhere digelar sebagai upaya menghidupkan kembali warisan budaya asli Bondowoso. Tarian ini terinspirasi dari tradisi masyarakat Desa Klabang dalam merawat burung merpati, yang sarat makna ketekunan, kesabaran, dan kebersamaan.

Melalui pertunjukan tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari gerakan tari, tetapi juga memahami filosofi yang terkandung di dalamnya. Pemerintah daerah memandang pendekatan ini efektif dalam menanamkan kesadaran budaya sekaligus membentuk karakter siswa yang adaptif dengan Kurikulum Merdeka.

“Kita ingin anak-anak tidak sekadar tampil, tetapi juga memiliki rasa memiliki, bangga dan tanggung jawab sebagai agen pelestari budaya lokal,” tegasnya.

Sekretaris Daerah turut mengapresiasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Sekolah 1 Kecamatan Bondowoso yang telah menginisiasi kegiatan ini secara konsisten, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan puncak acara.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melatih rasa percaya diri, kreativitas, serta kerja sama antarsiswa. “Inilah wujud pendidikan yang tidak hanya mengasah akademik, tetapi juga membentuk karakter dan mentalitas generasi penerus,” katanya.

Fathur Rozi juga secara resmi membuka Gebyar Tari Totta’an Dhere. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan di Bondowoso serta melahirkan generasi yang kreatif, percaya diri, dan berakar kuat pada nilai-nilai budayanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gebyar Totta’an Dhere Bondowoso Berkah Sekda Bondowoso Dr Fathur Rozi M Fil Bentuk Generasi Berkarakter