KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kecamatan Tamanan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Awal tahun 2026, kecamatan ini resmi meluncurkan program Taman Sahabat, sebuah terobosan pelayanan terpadu dengan konsep jemput bola langsung ke desa-desa.
Program ini dirancang untuk memangkas jarak dan menyederhanakan akses layanan, sehingga masyarakat tidak lagi harus datang jauh ke kantor kecamatan. Melalui pendekatan langsung ke lapangan, pelayanan dihadirkan lebih cepat, mudah, dan menyentuh kebutuhan riil warga.
Road Show perdana Taman Sahabat digelar di Desa Mengen, Kamis, 12 Februari 2026. Mengusung semangat “Tamanan Melayani: Siap Antar, Hubungi, Ambilkan, Berikan Administrasi Terbaik”, kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan dalam satu lokasi terpadu.
Sekitar 100 warga memadati lokasi sejak pagi untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk), memeriksakan kesehatan, hingga berkonsultasi terkait bantuan sosial. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang mudah dijangkau.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor. Puskesmas menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Kantor Urusan Agama (KUA) membuka layanan perbaikan data akta nikah.
Serta pengurusan duplikat, serta konsultasi pencatatan pernikahan. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turut memberikan konsultasi untuk memastikan data bantuan sosial tepat dan sesuai kondisi warga.
Camat Tamanan, Abdul Mufid menegaskan bahwa Taman Sahabat tidak hanya menghadirkan pelayanan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.
“Adminduk menjadi dasar berbagai layanan, termasuk kesehatan dan pencatatan pernikahan. Jika data tidak akurat atau belum diperbarui, pelayanan bisa terhambat. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk proaktif memastikan dokumennya lengkap dan benar,” ujarnya.
Menurutnya, program ini secara khusus menyasar kelompok rentan agar mereka tidak terkendala jarak maupun keterbatasan mobilitas dalam mengakses layanan publik.
Sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada 10 lansia dan penyandang disabilitas kategori miskin ekstrem.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menegaskan bahwa pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan empati sosial.
Melalui Taman Sahabat, Kecamatan Tamanan menunjukkan komitmennya menghadirkan birokrasi yang lebih responsif, inklusif, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. (*)
