KETIK, JAKARTA – Kabar gembira untuk para sinefil!
Platform media sosial pencinta film, Letterboxd, membuat gebrakan baru dengan memperkenalkan ‘Letterboxd Video Store’, fitur sewa film digital yang bakal hadir mulai awal Desember mendatang!
Bukan sekadar etalase film on-demand seperti layanan streaming lain, Video Store dirancang sebagai ruang penemuan film yang dikurasi langsung dari denyut komunitas Letterboxd.
Dalam pengumumannya, Letterboxd menggambarkan Video Store sebagai ‘toko film virtual’ yang dibangun di atas satu hal yang jadi DNA mereka: kebiasaan pengguna dalam menemukan dan membicarakan film di Letterboxd.
Watchlist, ulasan, hingga tren di dalam komunitas akan menjadi kompas utama untuk memilih film-film yang masuk ke rak digital ini. Hasilnya, koleksinya dijanjikan berbeda dari aplikasi streaming pada umumnya, lebih berani, lebih niche, dan lebih dekat dengan selera para sinefil.
Yang membuatnya menarik, Video Store tidak menggunakan sistem langganan. Pengguna cukup menyewa film seperti halnya menyewa DVD di toko rental zaman dulu, tapi kini dalam satu aplikasi yang sama tempat mereka menulis ulasan setiap hari.
Ada film-film festival yang belum didistribusikan luas, restorasi klasik yang baru keluar dari dapur remastering, hingga ‘limited-time drops’ atau judul-judul unik yang hanya muncul untuk waktu tertentu.
Semuanya dihadirkan lewat kurasi yang mereka sebut mirip employee picks video store fisik, hanya saja kini ‘karyawannya’ adalah jutaan pengguna Letterboxd di seluruh dunia.
Sama seperti aktivitas menonton biasa di Letterboxd, film yang disewa bisa langsung ditambahkan ke daftar, disimpan sebagai film yang sudah ditonton, dan tentu saja yang paling utama yakni diulas!
Letterboxd juga memastikan Video Store dapat diakses lintas perangkat, mulai dari web, aplikasi mobile, Apple TV, Android TV, hingga Chromecast dan AirPlay. Mereka bahkan berencana memperluas dukungan ke lebih banyak platform Smart TV.
Bagi industri film independen, kehadiran fitur ini bisa jadi angin segar. Kurasi berbasis komunitas membuka peluang bagi film-film festival, karya eksperimental, hingga film dari negara-negara yang jarang mendapat distribusi global untuk menemukan penontonnya.
Banyak pihak yang memandang Video Store sebagai langkah yang bisa menghubungkan film indie dengan audiens yang memang sudah terbukti aktif mencari karya-karya alternatif.
Meski begitu, beberapa hal masih menjadi tanda tanya. Ketersediaan film akan berbeda di tiap wilayah, dan Letterboxd belum membuka detail harga sewa untuk semua negara.
Namun antusiasme komunitas sudah terasa dari sekarang, apalagi Letterboxd mengajak pengguna berpartisipasi dengan membuat daftar rekomendasi bertanda #video-store-recs untuk membantu mengisi rak-rak digital tersebut.
Peluncuran Letterboxd Video Store menandai evolusi besar bagi platform yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi ulasan film. Dari tempat berbagi review dan bertukar opini, Letterboxd kini melangkah menjadi tempat untuk benar-benar menemukan dan menonton film.
Bagi para sinefil, terutama yang kerap berburu judul-judul yang tidak tersedia di layanan arus utama, fitur ini mungkin akan mempermudah mereka untuk menonton dan menikmati film yang mereka cari. Gimana nih, sobat Ketikers, tertarik untuk mencoba fiitur terbaru Letterboxd?
