KETIK, NAGAN RAYA – Warga Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dibuat resah sekaligus penasaran oleh kemunculan fenomena tak biasa. Puluhan gelembung gas tiba-tiba muncul dari dalam tanah di sebuah area yang sebelumnya terendam banjir, memunculkan suara desisan kecil yang mengundang perhatian.
Fenomena aneh tersebut pertama kali diketahui warga saat air banjir mulai surut dan kondisi tanah perlahan mengering. Dari permukaan tanah, gelembung-gelembung gas terlihat terus muncul secara berkala, seolah tanah “bernapas”.
Kepala Desa Gunong Cut, Samsul Bahri, mengatakan, kemunculan gas itu sontak mengundang kerumunan warga. Rasa penasaran mendorong sebagian warga mendekat, bahkan sempat melakukan uji coba dengan membakar gas tersebut.
Gelembung gas yang muncul di Gunong Cut, Nagan Raya, pascabanjir, Senin, 5 Januari 2025. (Foto: T. Rahmat/Ketik)
“Ada lebih dari 10 titik gelembung gas yang muncul saat pertama kali diketahui warga. Saat itu, warga sempat membakarnya untuk memastikan apakah benar itu gas atau bukan,” ujar Samsul Bahri saat ditemui di lokasi, Senin, 5 Januari 2025.
Kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas setelah sejumlah warga merekamnya menggunakan telepon genggam dan membagikannya ke media sosial. Video-video itu pun viral dan menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Meski demikian, hingga kini belum dapat dipastikan jenis gas yang keluar dari dalam tanah tersebut serta potensi bahayanya bagi warga sekitar. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah desa langsung mengambil langkah cepat dengan melaporkan temuan itu kepada pihak berwenang.
“Kami sudah melaporkan ke kepolisian dan berharap segera ada tindak lanjut, termasuk pemeriksaan untuk memastikan apakah gas ini berbahaya atau tidak,” lanjut Samsul.
Kapolsek Darul Makmur, Iptu Ade Haidir, membenarkan adanya laporan terkait fenomena tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal.
Polisi memasang Police Line di lokasi munculnya gelembung gas di Nagan Raya, Senin, 5 Januari 2025. (Foto: T. Rahmat/Ketik)
“Setelah menerima laporan dari aparat desa, kami langsung melakukan pengecekan awal di lokasi dan memang ditemukan adanya gelembung gas,” jelas Iptu Ade Haidir.
Sebagai langkah antisipasi, polisi memasang garis pembatas di sekitar lokasi kemunculan gas guna mencegah warga mendekat, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi terkait.
“Saat ini kami masih menunggu hasil kajian lebih mendalam dari pihak berwenang untuk memastikan jenis gas dan potensi risikonya,” pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah daerah juga telah meninjau langsung lokasi kejadian dan memastikan pemantauan terus dilakukan. Informasi terbaru terkait perkembangan fenomena ini akan disampaikan secara resmi kepada masyarakat guna menghindari kepanikan. (*)
