KETIK, MALANG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang mengambil langkah proaktif mendukung program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Gerindra mendorong Pemkab Malang untuk menyediakan fasilitas pengisi daya di kantor-kantor instansi pemerintah.
Tujuannya guna memudahkan para penerima manfaat. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Malang, Ziaul Haq. Ia mengibaratkan perkembangan becak listrik ini seperti awal kemunculan mobil listrik.
Menurutnya, infrastruktur pendukung sangat krusial bagi keberlanjutan program ini, terutama karena menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah. Namun, infrastruktur becak listrik lebih mudah ketimbang mobil listrik.
"Harapan kami, pemerintah daerah memfasilitasi tempat pengisian daya, entah itu di kantor kecamatan atau kantor pemerintahan lainnya. Ini penting untuk menjembatani warga, karena bagi masyarakat kecil, biaya listrik mandiri mungkin dirasa berat," ujar Zia, Selasa, 20 Januari 2026.
Verifikasi Ketat dan Pendampingan
Verifikasi Ketat dan Pendampingan Kader
Pada gelombang pertama ini, sebanyak 200 unit becak listrik telah didistribusikan di wilayah Kabupaten Malang.
Zia yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang ini menyebutkan bahwa jumlah tersebut berpotensi bertambah pada gelombang berikutnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Fraksi Gerindra melibatkan kader di tingkat kecamatan atau Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam proses verifikasi dan pemetaan.
"Kader Gerindra di 33 kecamatan wajib mendampingi para penerima. Kami sudah melakukan mapping agar manfaat becak listrik ini benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Ada form khusus yang kami siapkan dan diverifikasi langsung oleh tim di lapangan," imbuhnya.
Murni Dana Pribadi Presiden
Lebih lanjut, Zia menekankan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian nyata Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa pengadaan becak listrik ini tidak menggunakan anggaran negara.
"Ini murni dari dana pribadi Pak Prabowo, bukan dari APBN. Semangatnya adalah membantu ekonomi rakyat agar mereka tidak terlalu terbebani saat bekerja. Program ini dilakukan secara merata di seluruh Indonesia," pungkasnya. (*)
