KETIK, MALANG – Peringatan Nuzulul Quran dilangsungkan di Masjid Jami Baiturrahim di Desa Curungrejo, Kepanjen, Kabupaten Malang, berlangsung istimewa, Kamis, 5 Maret 2026.
Rangkaian acara berbeda dalam kegiatan ini, saat puluhan jemaah masjid Jami ini menerima penghargaan khatmil Qur'an. Dalam suasana penuh khidmat, piagam penghargaan diserahkan satu persatu, kepada 13 orang jemaah sudah khatam membaca Al Quran.
Para jemaah ini bukan lah anak-anak atau remaja, melainkan semuanya perempuan yang rata-rata sudah berusia paruh baya. Satu diantaranya adalah jemaah mualaf, ibu Made, yang sudah hatam atau selesai membaca 22 juz.
Piagam penghargaan salah satunya diserahkan Ketua Takmir Masjid Jami' Baiturrahim Curungrejo, HM Iksan, dilanjutkan perwakilan Pemerintah Desa Curungrejo.
"Belajar dan memahami Al Quran uran tidak mengenal usia. Kami memang berkewajiban agar masjid selalu makmur. Salah satunya, dengan membaca atau khataman Quran yang rutin dilakukan jamaah," ujar Ketua Takmir Masjid Jami HM Iksan.
Membaca dengan istiqamah itu, lanjutnya, bisa menjadikan segala sesuatu yang menjadi hajat bisa tercapai.
Ia lalu mencontohkan, Ibu Made, yang awalnya mualaf, istiqamah belajar dan membaca mulai belum mengenal huruf Quran sama sekali, sekarang sudah berhasil khatam juz 22.
Jemaah lainnya, Nurmaiati dan Ning Fadilah, membaca Qur'an mulai nol sampai khatam. Ada pula jemaah yang mau khatam Quran mau dua kali. Sebagian jemaah juga baru belajar iqra' jilid 5 dan 6.
Sebagai informasi, Peringatan Nuzulul Quran tersebut diisi pengajian, disampaikan KH. Zainal Arifin, M.Ag, pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia Malang.
Dalam tausiyahnya, KH. Zainal Arifin menyampaikan, Ramadan adalah bulan penuh berkah, dimana umat Islam menjalaninya dengan senang dan menguatkan.
Kiai Zainal juga menuturkan, empat hal yang bisa mendatangkan berkah dan fadilah Al Qur'an. Yakni, Qur'an sebagai penolong, yang akan menyinari di dunia dan akhirat.
"Siapapun yang dekat Al Quran uran, akan mendapatkan berkah. Memahami Al Qur'an bisa menjadi furqan (pembeda), juga syifa (obat) san penolong," demikian Kiai Zainal Arifin. (*)
