Fenomena Rojali dan Rohali Bermunculan di Kayutangan Heritage Malang, Bikin Resah Pelaku Usaha

10 Januari 2026 15:11 10 Jan 2026 15:11

Thumbnail Fenomena Rojali dan Rohali Bermunculan di Kayutangan Heritage Malang, Bikin Resah Pelaku Usaha

Deretan toko di Kayutangan Heritage Kota Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kawasan Kayutangan Heritage kini telah bertransformasi menjadi primadona baru wisata di Kota Malang. Namun, popularitas kawasan bersejarah era kolonial ini membawa fenomena baru di kalangan pelaku usaha, yakni munculnya kelompok pengunjung "Rojali" (Rombongan Jarang Beli) dan "Rohali" (Rombongan Hanya Lihat-lihat).

Fenomena ini merujuk pada kerumunan wisatawan yang datang sekadar untuk berjalan-jalan dan berswafoto tanpa membelanjakan uang mereka untuk kuliner maupun buah tangan.

Mayoritas dari kelompok ini adalah kalangan remaja yang tertarik dengan estetika pertokoan dan produk-produk eye-catching di sepanjang koridor Kayutangan. Sayangnya, antusiasme mereka sering kali hanya untuk menjajal produk-produk merchandise toko, namun tidak membelinya.

Beberapa pemilik gerai mengungkapkan kekhawatirannya, terutama terkait risiko kerusakan barang. Pasalnya, banyak anak muda yang mencoba produk merchandise atau aksesori hanya untuk kebutuhan foto, lalu mengembalikannya ke rak tanpa membeli.

Salah satu pegawai toko aksesori di kawasan tersebut mengakui bahwa aktivitas pengunjung yang hanya "menumpang" foto ini mulai dirasakan dampaknya secara operasional.

"Pengunjung yang cuma lihat-lihat banyak, biasanya remaja. Mereka masuk, foto-foto, kemudian keluar," ujar salah satu pegawai toko aksesori yang enggan disebutkan namanya.

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus kehilangan, ia tidak menampik adanya kekhawatiran mengenai keamanan dan keutuhan barang dagangan.

"Yang paling penting di sini barang tidak rusak dan tidak diambil, kalau terjadi seperti itu yang ditakutkan," imbuhnya.

Kehadiran Rojali dan Rohali ini menjadi dilema tersendiri bagi pelaku usaha di Kayutangan Heritage. Di satu sisi, keramaian tersebut meningkatkan eksposur. Namun di sisi lain, tingginya volume pengunjung tidak berbanding lurus dengan omzet penjualan. (*)

Tombol Google News

Tags:

kayutangan heritage malang Kampung Kayutangan Heritage Rojali Rohali Wisata Malang Kota Malang kayutangan Kayutangan Heritage