Polemik Tempat Biliar Beroperasi di Bulan Puasa, Ini Kata Ketua KONI Cilacap

25 Februari 2026 11:56 25 Feb 2026 11:56

Thumbnail Polemik Tempat Biliar Beroperasi di Bulan Puasa, Ini Kata Ketua KONI Cilacap

Ketua KONI Cilacap, Bambang Sri Wahono, S.H, Sp.N, M.H. Foto: (Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, CILACAP – Polemik ihwal tetap beroperasinya tempat biliar di Cilacap selama Ramadan mendapat tanggapan dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cilacap, Bambang Sri Wahono. Ia mengaku tidak mempermasalahkan tetap bukanya tempat biliar asalkan benar digunakan sebagai sarana olahraga.

Bambang menyampaikan bahwa sebagian pemilik usaha biliar memandang aktivitas tersebut tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cabang olahraga. Ia pun tidak mempermasalahkan tempat biliar beroperasi selama Ramadan apabila benar digunakan untuk berlatih.

"Iya memang biliar merupakan salah satu cabang olahraga di bawah naungan KONI. Apabila kegiatan biliar hanya untuk hiburan, menjaga kesehatan jasmani dan rohani ya silahkan saja," ungkap Bambang, Selasa, 24 Februari 2026.

"Intinya untuk ajang berlatih biliar tidak masalah, tapi kalau tujuannya untuk hal-hal negatif, saya tidak akan mendukung. Itu sudah di luar aturan," tegasnya.

Bambang juga mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan aturan yang memperbolehkan tempat biliar beroperasi selama Ramadan, sepanjang digunakan untuk kegiatan latihan olahraga dan telah mengantongi izin resmi.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar tidak menimbulkan polemik maupun asumsi negatif di tengah masyarakat.

"Kami minta kepada pemerintah, kalau ada tempat biliar di mana-mana, perlu adanya izin dari instansi terkait. Kalau memang itu urusannya olahraga, para pemilik ya harus berkoordinasi dengan ketua cabang olahraga biliar," ujarnya.

"Kalau sudah ada koordinasi dan pemberitahuan nanti ketua cabang pasti melapor ke KONI," imbuhnya.

Bambang juga mengingatkan seluruh pelaku usaha, khususnya pemilik tempat biliar, agar menjalankan usahanya sesuai aturan selama Ramadan.

"Jadi usaha biliar ini memang betul-betul selain untuk latihan olahraga, juga untuk mengolahragakan masyarakat supaya sehat jasmani dan rohani," katanya.

"Intinya bahwa biliar di bawah naungan KONI itu yang berprestasi, sedang pelaku usaha biliar bertujuan tempatnya untuk hiburan dan berlatih itu baik. Namun, pada saat bulan Ramadhan hendaknya melakukan hiburan yang positif jangan negatif," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cilacap